Dewan Pers

Dark/Light Mode

Juara Finalissima, Argentina Nafsu Ke Piala Dunia 2022

Kamis, 2 Juni 2022 06:52 WIB
Lionel Messi dkk memboyong trofi Finalissima usai mengalahkan jawara Eropa, Italia 3-0. (Foto : reuters)
Lionel Messi dkk memboyong trofi Finalissima usai mengalahkan jawara Eropa, Italia 3-0. (Foto : reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Argentina makin bersemangat berprestasi di ajang Piala Dunia 2022 Qatar usai memenangi gelar Finalissima pada laga yang digelar, Kamis (1/6) dini hari WIB.

Tim Tango juara usai meruntuhkan pertahanan timnas Italia dengan kemenangan meyakinkan  3-0 dalam pertandingan kelas berat yang disebut 'finalissima' di stadion Wembley.

Finalissima adalah duel dua juara di daratan Eropa dan Copa America. Sebelumnya Italia ada juara Eropa, sementara Lionel Messi Cs tampil sebagai raksasa di ajang Copa America 2021.

Berita Terkait : Harlah Pancasila, Wapres Kenakan Pakaian Adat Melayu

Kemenangan Argentina tampak terasa di depan mata usai dua gol babak pertama yang dicetak Lautaro Martinez dan Angel Di Maria atas Italia yang baru juara 11 bulan setelah mengalahkan Inggris untuk menjuarai Euro 2020.

Di bawah dukungan ribuan pendukungnya di antara  87.000 penonton yang bertekad  mengubah London barat laut menjadi Buenos Aires malam itu, tim Argentina termasuk Lionel Messi terlalu cepat dan licin untuk Azzurri.

Martinez mencetak gol dari jarak dekat pada menit ke-28 dari umpan silang rendah Messi untuk mengganjar dominasi Argentina pada awal pertandingan.

Berita Terkait : 3 Negara Berebut Piala Dunia 2026

Martinez yang pemain Inter Milan kemudian menyalurkan umpan kepada Di Maria untuk menggandakan keunggulan pada babak pertama yang membuat suporter tim Amerika Selatan itu kegirangan.

Argentina bisa saja mencetak gol lagi setelah jeda salah satunya ketika Messi nyaris menaklukkan kiper Italia Gianluigi Donnarumma.

Pemain pengganti Paulo Dybala semakin menguatkan dominasi Argentina lewat finishing rendah.

Berita Terkait : Mas Menteri Nadiem Klaim RI Jadi Pemimpin Pemulihan Dunia

Itu adalah akhir mengecewakan bagi karier internasional bek Italia Giorgio Chiellini saat pemain berusia 37 tahun itu diganti pada babak pertama pada penampilannya yang ke-117 dan terakhir.

Finalissima adalah versi terbaru Piala Champions Conmebol-Uefa yang sebelum ini hanya dimainkan dua kali pada 1985 dan 1993. ■