Dark/Light Mode

Pebalap Astra Honda Racing Team Bersinar Di ARRC Sepang 2024

Senin, 16 September 2024 14:16 WIB
Balapan yang digelar di Sepang International Circuit, M. Adenanta Putra dan Veda Ega Pratama berhasil menguasai podium Supersports (SS) 600 dengan menduduki posisi kedua dan ketiga pada balapan kedua dengan CBR600RR (15/9/24). (Foto: Ist)
Balapan yang digelar di Sepang International Circuit, M. Adenanta Putra dan Veda Ega Pratama berhasil menguasai podium Supersports (SS) 600 dengan menduduki posisi kedua dan ketiga pada balapan kedua dengan CBR600RR (15/9/24). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik gemuruh mesin dan aroma aspal yang terbakar di Sepang International Circuit, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) bersinar  di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2024.

Hari itu, Minggu, 15 September 2024, pebalap muda M. Adenanta Putra dan Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah mereka sendiri di kelas Supersports (SS) 600. Dengan mengendarai CBR600RR, Adenanta finis di posisi kedua, diikuti oleh Veda di posisi ketiga. Sebuah pencapaian yang diraih tak hanya dari kekuatan mesin, tetapi juga dari ketangguhan mental dan kemauan untuk terus bertarung di setiap tikungan dan lurusannya.

Perjuangan Adenanta di ARRC Sepang bukanlah jalan yang mulus. Pada balapan pertama yang digelar sehari sebelumnya, Sabtu, 14 September, ia sempat terjatuh karena senggolan dengan pebalap lain di lap kedua. Insiden tersebut membuat Adenanta harus memulai kembali dari posisi yang jauh. Namun, seperti seorang pejuang, ia bangkit dan menyelesaikan balapan dengan tekad kuat, berhasil finis di posisi ke-11. Bagi banyak pebalap, insiden semacam itu bisa saja menghancurkan fokus dan mental, tapi tidak bagi Adenanta.

Pada balapan kedua, cerita berbeda tercipta. Adenanta memimpin beberapa lap di awal sebelum tekanan dari pebalap tuan rumah mulai terasa. Aksi saling salip mewarnai balapan itu, hingga akhirnya ia berhasil mengamankan posisi kedua. Baginya, podium tersebut bukan hanya tentang kebanggaan, tetapi juga modal penting untuk menghadapi putaran final di Thailand.

Baca juga : Bluebird Group Kembalikan 13 Ribu Barang Pelanggan Tertinggal Di Armada Sepanjang 2024

“Alhamdulillah, saya bisa kembali naik podium di Sepang ini. Tambahan poin ini sangat penting untuk menjaga peluang saya di putaran akhir nanti,” ujar Adenanta dengan senyum puas.

Sementara itu, Veda Ega Pratama menunjukkan performa yang tak kalah tangguh. Meski pada balapan pertama ia hanya mampu finis di posisi kelima, Veda tidak patah semangat. Ia terus berjuang keras di balapan kedua, mencari celah untuk bisa meraih podium. Usahanya terbayar ketika ia berhasil mengambil posisi ketiga menjelang akhir balapan, membuktikan bahwa ketekunan dan determinasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan di ajang yang kompetitif seperti ARRC.

Di kelas Asia Production 250 (AP250), bintang utama adalah Herjun Atna Firdaus. Pada balapan pertama, Herjun memberikan penampilan yang luar biasa. Berangkat dari posisi start kedua, ia terus membuntuti rekan setimnya, Kiandra Ramadhipa, yang memimpin balapan sejak start. Namun, dalam dunia balap, kejutan bisa terjadi kapan saja. Menjelang tikungan akhir, Herjun mengambil alih posisi terdepan dan finis di podium tertinggi. Ramadhipa, sayangnya, harus puas finis di posisi kelima setelah mengalami insiden senggolan.

Kemenangan tersebut adalah bukti bagaimana seorang pebalap bisa mengubah taktik dalam hitungan detik. Herjun menunjukkan bahwa balapan bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang strategi dan keberanian mengambil risiko di saat yang tepat.

Baca juga : Lintasarta Borong Tiga Penghargaan GRC Award 2024

“Alhamdulillah, saya bisa meraih podium tertinggi pada race 1. Saya memaksimalkan potensi CBR250RR untuk terus berada di rombongan depan,” tutur Herjun dengan bangga.

Namun, tantangan baru muncul pada balapan kedua. Sesi pemanasan yang berakhir dengan kecelakaan membuat Herjun mengalami gangguan di tangannya. Meski begitu, ia tetap bersikeras untuk mengikuti balapan dan berjuang keras meski akhirnya harus finis di posisi keempat. Meski tidak berhasil naik podium pada balapan kedua, poin yang diraihnya cukup untuk mempertahankan posisi puncak klasemen sementara AP250.

Di kelas Superbike 1000, Andy Farid Izdihar, atau yang akrab disapa Andy Gilang, juga menorehkan performa yang patut diapresiasi. Meski ia berlaga di kelas dengan persaingan ketat, Andy tetap konsisten berada di grup depan. Pada balapan pertama, ia finis di posisi keempat, sedangkan pada balapan kedua, ia harus puas dengan posisi kelima. Hasil tersebut menempatkannya di peringkat kedua klasemen sementara.

Tak hanya soal pebalap, kesuksesan AHRT di ARRC Sepang juga merupakan hasil dari pembinaan berjenjang yang dilakukan oleh Astra Honda Motor (AHM) serta teknologi tangguh dari CBR series. General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM, Andy Wijaya, menyampaikan bahwa ketangguhan tim dan produk Honda adalah kombinasi yang tak terpisahkan dari prestasi para pebalap.

Baca juga : APP Group Angkat Agenda Dekarbonisasi Di ISF 2024

“Meskipun menghadapi tantangan dari aturan pengurangan RPM dan tekanan dari pebalap tuan rumah, para pebalap AHRT tetap mampu menunjukkan performa luar biasa. Ini semua buah dari pembinaan yang kami lakukan secara berjenjang serta dukungan teknologi Honda yang membawa mereka ke podium di hampir setiap balapan,” ujar Andy Wijaya.

Semangat Satu Hati yang diusung Astra Honda tak hanya terlihat dari performa di lintasan, tetapi juga dari bagaimana mereka mempersiapkan pebalap dan menghadapi setiap tantangan. Kini, dengan optimisme penuh, AHRT menatap putaran final di Buriram, Thailand, sebagai kesempatan untuk kembali mengukir sejarah dan mengibarkan bendera Indonesia di puncak balap Asia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.