Dark/Light Mode

Indonesia Vs Bahrain 2-2, Wasit Ngawur Buyarkan Kemenangan Garuda

Sabtu, 12 Oktober 2024 08:33 WIB
Wasit Ahmed Al Kaf (Foto: Hector Retamal/AFP)
Wasit Ahmed Al Kaf (Foto: Hector Retamal/AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Indonesia harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih kemenangan saat menghadapi Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kemenangan yang sudah di depan mata, buyar gara-gara keputusan kontroversial wasit sialan asal Oman, Ahmed Al Kaf. Laga yang digelar di Bahrain National Stadium, Kamis malam (10/10/2024) itu, berakhir imbang 2-2 setelah drama gol di menit akhir. 

Bahrain menghadapi Indonesia pada matchday ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mental skuad Garuda cukup teruji meski main di kandang lawan. Timnas bermain cukup tenang menghadapi gaya pemain Bahrain yang kerap terjatuh, lalu berguling-guling. 

Tuan rumah membuka keunggulan lebih dulu lewat tendangan bebas Mohamed Marhoon dari luar kotak penalti. Sepakan pemain berusia 26 tahun itu, menghantam mistar gawang, lalu memantul ke dalam garis gawang. Pada menit ke-45+3, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Ragnar Oratmangoen setelah menerima umpan dari Mees Hilgers. 

Di babak kedua, Indonesia bermain lebih impresif. Tim asuhan Shin Tae-yong ini, berbalik unggul pada menit ke-74 lewat gol indah Rafael Struick yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Kiper Bahrain tak mampu berbuat apa-apa saat bola melesat masuk ke gawang. Skor 2-1 bertahan hingga menit ke-90.

Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata ini buyar. Bahrain berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-90+9 melalui sontekan Mohamed Marhoon. Gol ini memicu kontroversi karena terjadi di luar tambahan waktu yang ditetapkan. Awalnya, official 4 memberi tambahan waktu 6 menit. Namun, meski waktu sudah habis, wasit Ahmed Al Kaf tak kunjung meniup peluit panjang dan pertandingan terus berlanjut hingga menit 99. Padahal tak ada kejadian penting yang membuat laga harus diperpanjang. 

Keputusan Ahmed Al Kaf memang sudah terlihat berat sebelah sejak awal pertandingan. Al Kaf dinilai sering memberikan pelanggaran 'soft' yang menguntungkan Bahrain. Puncaknya terjadi ketika ia memilih untuk melanjutkan laga hingga menit ke-99, meskipun tambahan waktu seharusnya hanya 6 menit.

Baca juga : Oleh Tim Dan Presiden Terpilih, Calon Menteri Dua Kali Dites

Usai laga, para pemain Indonesia langsung melayangkan protes. Sempat terjadi ketegangan. Bahkan, Manajer Timnas Indonesia, Sumardji diganjar kartu merah gara-gara melayangkan protes keras. 

Pelatih Shin Tae-yong (STY) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit usai pertandingan. Dalam sesi konferensi pers, STY bahkan enggan menyalami para wasit, menyebut keputusan mereka sangat merugikan Timnas Indonesia.

Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan, jika sepak bola Asia ingin maju, perlu ada perubahan signifikan di dalam AFC. "Termasuk dengan memperbaiki kualitas kepemimpinan wasit," tegasnya.

Untuk anak asuhnya, STY memberi apresiasi kerja keras sampai peluit panjang dibunyikan. Ia berharap, para pemain tetap semangat dan optimis di pertandingan selanjutnya. 

Di dalam negeri, suporter Timnas ikut kecewa beras. Presiden Jokowi juga ikutan gondok melihat hasil pertandingan. Kemenangan yang di depan mata, hilang gara-gara keputusan wasit. 

"Yah kalau boleh dibilang, gondok banget. Gimana tidak, sudah 2-1 ya kan. Ada tambahan 6 menit tapi sudah 9 menit peluit belum dibunyikan, dan pada detik terakhir Bahrain gol," kata Jokowi.

Baca juga : 2 Prajurit TNI Terluka Kena Serangan Israel, Bu Retno Naik Pitam

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memilih untuk tak mengomentari kinerja wasit yang berat sebelah. Ia fokus memberikan apresiasi kepada Jay Idzes dan kawan-kawan yang bekerja keras sepanjang pertandingan.

"Semoga kita bisa meraih poin penuh di pertandingan berikutnya," tulis, Erick di akun Instagram miliknya, Jumat (11/10/2024). 

Mengenai keputusan wasit Al Kaf, PSSI akan mengirimkan surat protes kepada FIFA. “Kita sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol,” tulis Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, dalam keterangan tertulis usai laga. 

Sorotan atas keputusan kontroversial wasit tak hanya datang dari Indonesia. Sejumlah media asing seperti ESPN dari Amerika Serikat, media dari Belanda, Filipina, dan Malaysia ikut menyoroti kepemimpinan Al Kaf. 

Kekecewaan warganet pun meluap di dunia maya. Mereka menggeruduk akun dari pihak-pihak yang dianggap merugikan Timnas Indonesia. Salah satunya, Instagram resmi Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA), @bahrainfa

Hanya beberapa menit setelah laga usai, postingan di akun tersebut langsung dibanjiri komentar netizen +62. Tak kuat menahan serbuan dari netizen Indonesia, akun @bahrainfa akhirnya memutuskan menutup kolom komentar. 

Baca juga : Kamhar Lakumani: Kini, Harus Diakui Lebih Demokratis

Akun Instagram Al Kaf juga langsung tiarap. Wasit berusia 42 tahun itu langsung mengunci akun Instagram miliknya.

Di linimasa X, sebagian suporter masih meluapkan kekecewaan. Sebagian lagi terus memberikan dukungan. Akun @yoonshinhom misalnya, terus memberikan semangat kepada timnas yang sudah tampil impresif.

"Kalian main luar biasa, tapi seperti biasa Indonesia selalu bermain melawan 11+wasit. Ini jadi bukti kalau kita nggak bisa diremehkan lagi di Asia," kicaunya.

Akun @howdareyou meminta skuad Garuda jangan terlalu lama kecewa. "Saatnya untuk menatap pertandingan selanjutnya. Ayo move on Timnas!! Masih ada peluang untuk slot Piala Dunia," tulisnya.

Hasil imbang ini menempatkan Indonesia di peringkat kelima Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan tiga poin. Sementara, Bahrain ada di peringkat keempat dengan nilai empat poin. Posisi puncak ditempati Jepang setelah meraup sembilan poin. Selanjutnya Timnas Indonesia akan melawan China di Stadion Qingdao, China, Selasa (15/10). Ayo, semangat Garuda!!

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.