Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Sebelumnya
“Pertama, pelatih Arab Saudi sudah diganti dan para pemainnya sudah diganti nama-nama yang lebih muda muda. Bisa dibilang akan sama-sama lelah, karena secara fisik kedua tim lelah, mobilitas akan berbeda. Arab Saudi dari Melbourne (bermain melawan Australia pada 14 November), dan kita baru saja main tanggal 15 kemarin, jadi kedua tim sama-sama lelah,” kata STY.
“Besok semua tergantung mobilitas pemain besok. dan itu akan jadi pembeda siapa yang menang dan kalah di laga nanti. Namun, harus diakui Arab Saudi lebih kuat,” tambahnya.
Pada pertemuan pertama melawan Arab Saudi September silam, tim Garuda berhasil menahan imbang salah satu raksasa Asia itu dengan skor 0-0. Namun saat itu, Arab Saudi masih diasuh oleh Mancini.
Baca juga : Juara Dunia MotoGP 2024, The Martinator Kubur Pecco
Setelah timnas Indonesia menelan kekalahan 0-4 dari Jepang pada Jumat (15/11) silam, Pelatih STY menjadi sorotan sejumlah pihak. Ia dinilai kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya saat melawan tim-tim elit, serta memiliki skema taktik yang terbatas.
Menanggapi hal itu, STY menilai posisinya sebagai pelatih timnas Indonesia jelas mendatangkan perhatian dan tekanan. Ia pun berbesar hati untuk mendengarkan berbagai kritik yang dialamatkan kepadanya. “Pastinya ada tekanan, dari media, dan juga dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia yang sangat memerhatikan bola Indonesia. Saat menang dan kalah, tentu akan ada berita baik dan buruk,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
“Memang saya tidak harus selalu dengar berita baik. Ketika ada hasil tidak maksimal, kadang harus dengar kritik dari fans, itu bisa jadi bahan evaluasi bagi saya, apa masalah tim yang harus dibenahi,” ujarnya.
Baca juga : Medina Dina, 2 Tahun Dekat Dengan Gading
Sebagai penutup, Pelatih Shin meminta agar publik sepak bola Indonesia terus memberikan dukungan kepada tim asuhannya. “Lolos ke Piala Dunia memang baik, dan itu yang ingin kita capai, tetapi walaupun tidak lolos, kita bisa sama-sama berpikir evluasi untuk tim kita, meski memang banyak juga perkembangan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjelaskan alasan pihaknya mengevaluasi timnas Indonesia setelah kalah 0-4 dari Jepang. Kekalahan dari Jepang membuat timnas Indonesia menghuni posisi juru kunci di Grup C dengan koleksi tiga poin, tertinggal empat poin dari China yang berada di posisi keempat.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 19 November 2024 dengan judul Indonesia Vs Arab Saudi, Tim Garuda Wajib Menang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya