Dark/Light Mode

Pecah Rekor, Atlet Cilik Yogyakarta Borong 16 Medali Emas di Kejuaraan Dancesport Internasional

Selasa, 31 Desember 2024 19:17 WIB
Angelaida Agil Maharanny (kanan) Atlet cilik itu meraih 16 medali emas pada Johor Gold Cup Dancesport Championships yang digelar di Johor, Malaysia. (Foto: Istimewa)
Angelaida Agil Maharanny (kanan) Atlet cilik itu meraih 16 medali emas pada Johor Gold Cup Dancesport Championships yang digelar di Johor, Malaysia. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prestasi emas kembali dicapai pelajar sekolah dasar kelas 4 asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Angelaida Agil Maharanny. Senin (30/12/2024).

Atlet cilik itu meraih 16 medali emas pada Johor Gold Cup Dancesport Championships yang digelar di Johor, Malaysia.

Raihan medali Angelalida menjadi pemecah rekor atlet Indonesia lainya. Sebelumnya prestasi serupa pernah dicapai seniornya yaitu Michelle Nathania Raissa Wardana yang sekolah di SMP Budi Utama yg memperoleh 12 emas dalam kejuaraan Dancesport serupa di Singapura pada Januari 2024.

Dalam kompetisi itu, Angelida juga meraih 3 piala sebagai juara umum serta 16 medali emas dan 2 perak. Karena pencapaiannya itu pelajar SD Budi Utama Yogyakarta yang baru berusia 9 tahun itu juga ditetapkan sebagai Champion Solo Overall Grand Champions di Malaysia.

Tak ayal, pencapaian Angelaida menjadi juara umum sekaligus Champion Solo Overall Grand Champions Award ini menghebohkan seluruh atlet yang berlaga di kejuaraan tersebut.

"Sebagai orangtua, tentu kami ingin yang terbaik untuk anak kami. Karena itu kami tidak akan pernah masuk di organisasi dansa khususnya organisasi dancesport di bawah KONI yang berdampak merusak mental anak," ujar Agus yang merupakan ayah atlet cilik cantik tersebut yang berprofesi sebagai peneliti, ekpert mind tehnology dan konsen di kesehatan mental, Selasa (31/12/2024).

Prestasi yang dicapai Angelaida tidak lepas dari bimbingan dari Deddy Ratmoyo, seorang maestro ballroom yang mendapat pengakuan dunia internasional. Selain itu, coach lainnya yaitu Dyan Dwinita, Sonny dan Miss Finasti.

Baca juga : Pemerintah RI Berhasil Tingkatkan PDB Dan Turunkan Kemiskinan Diakui Dunia Internasional

Angelaida berlatih di sekolah dansa Yud's Dancesport Sleman dan Yo Dancesport Bantul.

"Seminggu jelang kompetisi, Angelaida juga mendapatkan kehormatan dilatih 2 orang guru dancesport terkenal dari Malaysia yang banyak menjuarai kejuaraan dunia yaitu Vernon Choo dan Kelvin Choo," beber Agus.

Angelaida yang merupakan putri Agus E. H dan Aldila Miska Ferdiana ini sebelumnya mendapat 9 medali emas diajang World Dancesport Championship di 3 negara yaitu Malaysia, Taiwan dan Soul Korea, Agustus lalu.

Penghargaan itu juga yang mengukuh Angelaida menjadi satu-satunya atlet dancesport Indonesia yang berlaga di kompetisi dancesport tersebut.

Atlet kelahiran Sleman, 31 Januari 2015, saat ini telah mengantongi ratusan medali emas yang diperoleh dari berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

Kedepan, lanjut Agus Angelaida akan fokus latihan untuk menghadapi kejuaraan internasional 3 Negara yaitu Malaysia, Seol Korea dan Taiwan yang akan diselenggarakan di 2025.

"Selain itu tahun yang sama Angelaida mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti kejuaraan Dancesport di Eropa," paparnya.

Baca juga : Pemerintah Percepat Monetisasi Lapangan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Angelaida mengungkapkan kebahagiaannya karena sukses meraih prestasi di tingkat internasional.

"Pastinya saya merasa bahagia, senang, bangga dan lebih bersemangat lagi latihannya untuk terus bisa mengharumkan nama Indonesia," ujar atlet cilik yang akrab disapa Angel itu.

Atlet-atlet dancesport digembleng dengan para guru-guru dancesport yang bukan kaleng-kaleng. Diantaranya Deddy Ratmoyo seorang pelatih dan juri dancesport yang diakui oleh dunia, Dyah Dwinita, Sonny, Finasti yang merupakan para guru dan pedansa profesional, yang memiliki andil besar atas pencapaian atlet dancesport di kancah internasional.

"Fokus Angelaida saat ini menjalankan latihan keras untuk persiapan mengikuti kompetisi di luar negeri, bukan untuk kompetisi dalam negeri," kata Dila sapaan dari ibunda Angelaida.

Guna menjaga prestasi Angel, Dila mengungkapkan tidak ingin terpengaruh dengan dengan kekacauan organisasi dancesport di tanah air.

"Kami dan anak kami tetap akan jalan terus dan berusaha memberikan penampilan terbaik di kompetisi dancesport internasional dan terus mengharumkan nama Indonesia terlepas dapat support atau tidak dapat support dari pemerintah," bebernya.

Untuk diketahui, dalam kompetisi itu Angel tergabung dalam Atlet dancesport Squad Macan Asia Indonesia dari Yogyakarta. Tim ini terdiri dari:

Baca juga : JEC-Orbita Kendari Siap Berikan Layanan Mata dengan Standar Internasional

1. Angelaida Agil Maharanny (9 tahun) pelajar SD Budi Utama Yogyakarta dengan perolehan 16 medali emas.

2. Alisya Sasikirana Arundati (9 tahun) perolehan 2 medali emas, sekolah di SDIT Al Khairaat Yogyakarta

3. Vincentius Nathanael Sandhy Nayottama (13 tahun) perolehan 8 medali perak pelajar SMP 1 Bantul;

4. Scholastika Bellvania Sandhy Amorasachi (8 tahun) pelajar SD Negeri Daleman, Pandak, Bantul mendapatkan 2 medali emas

5. Maria Audrey Dwinov Puteri (16 tahun) pelajar SMA Negeri 1 Bantul Yogyakarta, mendapatkan 6 medali emas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.