Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - MotoGP musim 2025 menampilkan banyak perubahan. Yang terbesar tentu saja sang juara Jorge Martin meninggalkan Ducati untuk hijrah ke Aprilia.
Diketahui, Marc Marquez resmi bergabung bersama Francesco Bagnaia untuk membela tim pabrikan Ducati Lenovo.
Tak cuma bahu-membahu membesarkan Ducati, Pecco, panggilan Francesco Bagnaia dan Marquez diprediksi akan saling sikut.
Baca juga : Menko PMK: Komdigi Harus Maksimal Berantas Judol, Tutup Semua Situs
“Marquez akan menjadi orang yang harus dikalahkan,” kata eks pebalap MotoGP Marco Melandri, dilansir dari 𝘎𝘗𝘖𝘯𝘦, Sabtu (4/1/2025).
Menurutnya, The Baby Alien, julukan Marc Marquez, tidak membuat kesalahan. Bahkan saat balapannya berjalan buruk. Kata dia, Marquez mampu memperbaikinya.
Kata Melandri, Marquez lebih sering jatuh dibanding yang lain. Tapi dia selalu melakukannya saat dia mampu. “GP23 jauh dari GP24, tapi tidak ada yang bisa mengunggulinya dengan motor tahun lalu. Itu tolok ukur yang penting,” katanya.
Baca juga : MotoGP, Marc Marquez Penasaran Rahasia Kecepatan Ducati
Jika Martin berhasil mengalahkannya, bagi Bagnaia itu bisa menjadi dorongan, stimulus untuk respons, dan juga bisa memberinya pengetahuan bahwa ia bisa dikalahkan. “Namun, saya pikir Marc akan menuai hasilnya,” katanya.
Melandri memprediksi Martin akan membayar harga mahal dengan kepindahannya ke Aprilia. Dia mengaku tidak yakin Martin bisa menutup jarak yang begitu signifikan dengan Ducati. Atau setidaknya melakukannya dalam satu musim.
“Jorge bukanlah Maverick Vinales atau Aleix Espargaro. Saya tidak berharap melihatnya bertarung untuk meraih kesuksesan,” katanya.
Baca juga : MotoGP, Marquez Optimis Tatap Musim 2025
Untuk Pedro Acosta, pada akhirnya akan menjadi bintang di MotoGP. Tapi, menurut Melandri, mungkin tidak pada tahun 2025. Namun, menurutnya, Acosta akan bisa bersaing jika motornya membaik.
“Saat ini KTM tidak sedang dalam masa keemasan secara umum jadi ini tidak akan mudah,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya