Dark/Light Mode

Marciano Minta Organisasi Cabor Bersatu, Dualisme Hanya Rugikan Atlet

Senin, 17 Maret 2025 10:57 WIB
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, Marciano Norman
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, Marciano Norman

RM.id  Rakyat Merdeka - Marciano Norman menyesalkan adanya dualisme kepengurusan dalam sejumlah organisasi cabang olahraga (cabor) nasional yang dinilai berdampak negatif terhadap prestasi atlet.

Dualisme kepengurusan yang terjadi, di antaranya Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) dan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi).

Baca juga : Presiden KSPSI Minta Hak Pekerja Pabrik Sepatu Di Tangerang Dipenuhi

“Jangan ego masing-masing membuat berkibarnya Merah Putih tersendat-sendat. Saya berprinsip satu, atlet tidak boleh jadi korban dari dualisme organisasi,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (16/3).

Menurutnya, organisasi cabor merupakan wadah pembinaan atlet untuk mengembangkan karirnya, sehingga setiap konflik dalam kepengurusan harus segera diselesaikan demi kepentingan atlet.

Baca juga : Pro-Kontra Revisi UU TNI, Sjafrie Berusaha Menenangkan

“Atlet itu murni, tulus, dan ikhlas mengorbankan segalanya untuk Indonesia. Kita-kita ini yang membina mereka, yang harus mewujudkan impiannya,” ujarnya.

Saat ini, dualisme kepengurusan masih terjadi pada beberapa cabang olahraga, di antaranya PTMSI, Pordasi dan Ikasi. Dampaknya terlihat nyata, seperti pada cabor tenis meja yang sempat tidak dipertandingkan pada PON Papua 2021. Bahkan, atlet tenis meja Indonesia absen dalam ajang internasional, seperti SEA Games selama tiga edisi berturut-turut pada 2017, 2019, dan 2021.

Baca juga : Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bekasi, Pastikan Bantuan Cepat Disalurkan

Marciano mengingatkan, agar pengurus cabor tetap menjaga kekompakan demi menjadikan olahraga sebagai sarana pemersatu bangsa. "KONI siap mendorong penyelesaian dualisme kepengurusan, tetapi solusi akan lebih cepat tercapai jika semua pihak memiliki kesepahaman," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.