Dark/Light Mode

Asian Fencing Championships 2025, Ajang Bergengsi Menuju Olimpiade Paris 2028

Rabu, 28 Mei 2025 16:56 WIB
PB IKASI saat bertemu Menpora Dito Ariotedjo. (Foto: PB IKASI)
PB IKASI saat bertemu Menpora Dito Ariotedjo. (Foto: PB IKASI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia bersiap menjadi tuan rumah ajang internasional Asian Fencing Championships 2025 yang akan digelar pada 17-23 Juni 2025, di The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Dengan tema “Sport Tourism-Pleasure and Championships”, kejuaraan ini menjadi momen strategis untuk mengangkat kembali kejayaan olahraga anggar nasional, sekaligus menampilkan potensi pariwisata Indonesia kepada dunia. 

Lebih dari 400 atlet dari 22 negara di kawasan Asia, Australia, dan Oseania, akan hadir di Bali dalam event bergengsi Ini. Kesiapan penyelenggaraan telah sangat baik, termasuk kesiapan venue, logistik, sistem kompetisi, hingga akomodasi. 

Jalan Menuju Olimpiade dan Kebangkitan Prestasi 

Pelatih Timnas Anggar Indonesia, Muhammad Indra Haryana, menyebut kejuaraan ini sebagai momentum kebangkitan prestasi nasional. Sebelumnya, lebih dari 20 tahun tidak ada event internasional anggar di Tanah Air.

"Dunia anggar Indonesia menggeliat kembali dengan hadirnya Asian Fencing Championships 2025. Terima kasih kepada Pak Amir Yanto selaku Ketua Umum PB IKASI yang telah menghadirkan event bergengsi ini,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (28/5/2025).

Baca juga : Barcelona Vs Inter Milan, Jalan Menuju Trofi Si Kuping Besar

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi bagian dari pengumpulan poin menuju Olimpiade Paris 2028. “Kami tidak menjanjikan prestasi tinggi, tapi kami menjanjikan penampilan maksimal. Event ini akan menjadi batu loncatan berharga bagi para atlet muda Indonesia untuk unjuk gigi dan mengasah pengalaman,” tambah Indra. 

Dukungan Penuh dari Pemerintah 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan olahraga nasional. “Asian Fencing Championships 2025 bukan hanya soal kompetisi, ini adalah langkah besar dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang kompetitif dan memperkuat posisi olahraga sebagai simbol kekuatan bangsa,” tegasnya. 

Menpora berharap, event ini dijadikan sebagai ajang batu loncatan berkiprah di Olimpiade. "Saya minta siapkan rodmap agar Anggar bisa lolos Olimpiade. Apalagi ajang ini dijadikan moment untuk mencari poin," paparnya.

Ketua Umum PB IKASI, Amir Yanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan anggar ini merupakan bentuk keseriusan Indonesia dalam memajukan olahraga anggar. “Kami mengajak dunia untuk melihat bahwa Indonesia bukan hanya kompeten dalam penyelenggaraan event internasional, tetapi juga kaya akan budaya dan keramahtamahan,” ujarnya. 

Senada dengan itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB IKASI, Masyhudi, menambahkan bahwa ini adalah single international event dengan dampak jangka panjang, baik untuk prestasi olahraga khususnya anggar maupun citra bangsa. "Semua pihak bekerja maksimal demi menyukseskannya,” ucapnya.

Menghidupkan Sejarah dan Harapan Baru 

Baca juga : Badminton Asia Championships 2025, Indonesia Nihil Gelar

Kehadiran Asian Fencing Championships 2025 juga menjadi jalan untuk mengembalikan kejayaan anggar Indonesia. Indonesia memiliki rekam jejak membanggakan: juara umum SEA Games Jakarta 1997 dengan 11 medali emas, medali perak dari Silvia Kuswandi di Asian Games 1990, dan keikutsertaan Diah Permatasari di Olimpiade London 2012. 

PB IKASI telah melakukan pelatnas mandiri sejak 1 Februari 2025, menjaring 25 atlet terbaik dari 52 peserta. Saat ini, para atlet fokus pada latihan teknik. Sebagai bagian dari persiapan, mereka juga dijadwalkan menjalani latihan bersama dengan Tim Anggar Rusia di Bali pada awal Juni 2025. 

Dari data yang dihimpun, prestasi anggar Indonesia pernah membanggakan. Bukan hanya penyumbang medali emas tetap bagi Kontingen Merah Putih pada pelaksanaan SEA Games, tetapi Indonesia juga pernah mencetak sejarah dengan menjadi juara Umum yakni merebut 11 dari 12 medali emas pada SEA Games Jakarta 1997. 

Lalu, anggar juga pemah menyumbangkan medali perak bagi kontingen Indonesia melalu Silvia Kuswandi pada Asian Games 1990. Tidak hanya itu saja, atlet anggar Indonesia juga selalui tampil di Olimpiade. Terakhir, Diah Permatasari yang tampil di Olimpiade London 2012. 

"Semua itu butuh proses. Tak ada yang instant. Jadi, Asian Fencing Championships 2025 akan dijadikan momentum untuk bisa mengembalikan kejayaan anggar Indonesia," ucap Indra.

Baca juga : Badminton Asia Championships, Alwi Farhan Fokus Permainan Sendiri

"Apalagi, kita sudah memiliki atlet-attet junior potensial yang telah meraih prestasi di Kejuaraan Anggar SEAFF. Paling tidak mereka bisa berbicara di SEA Games Thailand 2025 nanti," tambahnya.

Ajang ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendukung perkembangan olahraga anggar nesional, memperkuat potensi pariwisata daerah, serta mengangkat nama Indonesia di meta dunia melalui diplomasi budaya dan sport tourism.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendukung dan menyaksikan semeraknya kompetisi Ini sebagai wujud kebanggaan terhadap prestasi anak bangsa di panggung internasional," katanya.

Untuk menghadapi Kejuaraan Anggar Asia 2025, PB IKASI sudah melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara mandiri terhadap 52 atlet dari berbagai di Ceger, Jakarta Timur, sejak 1 Februari 2025. Kini, PB IKASI telah melakukan seleksi dan menjaring 25 atlet yang akan memperkuat Timnas Anggar Indonesia. "Perkembangan prestasi mereka cukup bagus. Kini, mereka fokus menjalani latihan teknik," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.