Dark/Light Mode

Formula 1, Aston Martin Andalkan Mesin Honda Di 2026

Kamis, 14 Agustus 2025 06:30 WIB
Mulai 2026 Aston Martin memakai mesin Honda dan gearbox buatan sendiri. (Foto: Instagram/astonmartinf1)
Mulai 2026 Aston Martin memakai mesin Honda dan gearbox buatan sendiri. (Foto: Instagram/astonmartinf1)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aston Martin menatap masa depan di Formula (F1) dengan ambisi besar. Tim yang bermarkas di Silverstone itu fokus memenuhi regulasi baru yang mulai berlaku pada 2026.

Salah satu sosok yang me­megang peran penting adalah pembalap cadangan sekaligus penguji, Stoffel Vandoorne. Mantan pembalap McLaren di F1 itu menyatakan, meski jarang hadir di lintasan tahun ini karena komitmennya di Formula E, paruh kedua musim 2025 akan menjadi periode sibuk baginya.

“Saya akan lebih banyak terli­bat, baik di simulator maupun di sirkuit, untuk mendengar lang­sung masukan dari Fernando Alonso dan Lance Stroll. Dari situ, kita bisa memahami lebih jelas arah pengembangan mo­bil,” ungkap Vandoorne seperti dikutip dari ESPN, kemarin.

Yang membuat atmosfer di Aston Martin semakin optimistis adalah masuknya nama besar Adrian Newey.

Baca juga : Patricia Schuldtz, Dilamar Anak Tommy Soeharto

Legenda desain F1 yang dikenal sebagai otak di balik berbagai mobil juara dunia itu resmi bergabung untuk meng­garap proyek 2026.

“Di dalam tim, semua energi diarahkan ke persiapan 2026. Dengan kemitraan Honda, gear­box internal, dan orang-orang hebat seperti Newey, potensinya sangat besar,” ujarnya.

Vandoorne bertemu dengan Newwy di Grand Prix Monako lalu sepakat bekerja sama. “Dia punya visi luar biasa, tahu persis di mana harus menginvestasikan waktu dan energi. Dan yang ter­penting, semangatnya menular ke seluruh tim,” kata Vandoorne.

Mulai 2026, Aston Martin akan menggunakan mesin bua­tan Honda. Bukan hanya itu, un­tuk pertama kalinya Aston Mar­tin akan memproduksi gearbox.

Baca juga : Usai Bebas: Hasto Diam, Lembong Lapor Sana Lapor Sini

Perubahan ini, ditambah masuknya nama-nama berpengalaman seperti Enrico Cardile di Divisi Teknis. Langkah ini diharapakan bisa menjadi lom­patan performa besar-besaran.

Namun, Vandoorne menegas­kan bahwa beban menuju sukses tidak bisa hanya dipikul oleh Newey.

“Tentu ini bukan tanggung jawab satu orang. Persiapan musim depan adalah kerja kolektif. Semua punya peran penting. Saya pribadi sudah tak sabar mengintensifkan kontribusi saya di sisa tahun ini,” ujarnya.

Dengan mobil yang benar-benar baru, mesin yang unik di grid, dan dukungan dari teknisi kelas dunia, Aston Martin menghadapi salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah mereka di Formula 1.

Baca juga : Terus Bertambah, 147 Negara Akui Palestina Merdeka

Bagi Vandoorne, ini kesem­patan untuk memberikan kon­tribusi nyata, baik melalui data simulator maupun umpan balik langsung di lintasan.

“Bukan sekadar transisi, tapi lompatan besar menuju era baru F1. Dan kami ingin memulai dengan langkah yang benar,” tandasnya.

Aston Martin berharap semua persiapan ini akan membuat mereka menjadi kekuatan baru di F1 2026. Dan dengan kom­binasi mesin Honda, sentuhan Adrian Newey, serta determinasi seluruh tim, jalan menuju kejay­aan terbuka lebar. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.