Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Para penggemar Manchester United (MU) berharap nasib tim kesayangan membaik setelah musim lalu berakhir mengenaskan. Namun sayang, pada awal musim, alih-alih berubah, malah makin jeblok.
MU musim lalu berada pada titik terendah dalam sejarah mereka dengan finis di peringkat 15 klasemen akhir. Mimpi buruk itu berlanjut di awal musim 2025-2026. Bahkan, MU terperosok lebih dalam lagi usai disingkirkan tim dari divisi empat kompetisi sepak bola Inggris, Grimsby Town, di putaran kedua Piala Liga Inggris. Si Setan Merah diamuk massa setelah tersingkir lewat adu penalti 11-12, usai bermain imbang 2-2 dalam waktu normal.
Baca juga : Libas Miyazaki, Putri KW Tembus Perempat Final
Bagi Ruben Amorim, pelatih yang baru memasuki musim penuh pertamanya di Old Trafford, laga ini lebih dari sekadar kekalahan. Sebelumnya, MU tak pernah kalah dari tim divisi empat dalam ajang ini. Sebelas kali berhadapan, sebelas kali pula mereka keluar sebagai pemenang. Namun rekor itu runtuh di tangan Grimsby, klub kasta bawah sepak bola Inggris.
Kiper Andre Onana kembali menjadi sorotan setelah gagal mengantisipasi situasi bola mati yang berujung gol kedua Grimsby. Lini pertahanan yang ditempati Diogo Dalot dan Tyler Fredricson rapuh, sementara Kobbie Mainoo dan Manuel Ugarte di lini tengah tak mampu mengendalikan tempo.
Baca juga : Kasus LPEI, Tersangka Pakai Dana Kredit Rp 150 Miliar Untuk Berjudi
Di lini depan, mahalnya belanja transfer tak menjamin efektivitas. Benjamin Sesko, rekrutan 74 juta Pound, membuang peluang emas. Dalam adu penalti, Matheus Cunha dan Mbeumo gagal.
Para analis pun mempertanyakan Amorim yang bersikeras dengan 3-4-3, sistem yang terbukti tidak cocok dengan karakter pemain MU.
Baca juga : Luna Maya, Sudah Siap Hamil 2026
Dalam 45 laga Amorim di MU, ia sudah menelan 19 kekalahan, lebih banyak daripada jumlah kemenangannya yang berjumlah 17. Angka itu menjadi rekor terburuk di antara para manajer setelah Sir Alex Ferguson.
Di sisi lain, United juga terjebak dalam dilema. Setelah satu dekade berganti manajer setiap dua-tiga tahun, ada keinginan untuk bersabar dengan Amorim. Namun kesabaran itu mulai diuji. Nyanyian ‘you’re getting sacked in the morning’ dari suporter Grimsby mungkin berlebihan, tetapi tak bisa menutupi kenyataan pada posisi Amorim yang kini rapuh. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya