Dark/Light Mode

Anggaran Pendidikan Untuk Swasta Kecil

PTS Layak Mendapat Bantuan Operasional

Kamis, 28 Agustus 2025 07:05 WIB
Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan dalam rapat bersama Mendiktisaintek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. YouTube Parlemen TV)
Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan dalam rapat bersama Mendiktisaintek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. YouTube Parlemen TV)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan mengusulkan adanya dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta (BOPTS). Hal ini penting mengingat anggaran bantuan untuk PTS masih sangat kecil, hanya Rp 300 miliar untuk lebih dari dua ribu perguruan tinggi.

Padahal, kontribusi PTS terhadap penyerapan mahasiswa cukup signifikan, sehingga anggaran yang ada dianggap tidak seimbang.

“Menurut Undang-Undang Dasar 1945, tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi swasta dan negeri, konstitusi negara menyatakan keduanya setara,” ujar Sofyan dalam rapat kerja (raker) dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/22025).

Baca juga : TikTok Cs Diminta Tindak Konten Fitnah Dan Kebencian

Menurutnya, Pemerintah masih memberikan perlakuan yang tidak adil antara PTN dan PTS. Pada 2026, biaya operasional PTN dianggarkan Rp 5,8 triliun untuk 120 PTN, ditambah revitalisasi Rp 533 miliar dan sarana prasarana Rp 2,3 triliun. Sedangkan PTS hanya mendapat Rp 300 miliar.

Legislator PDIP asal Dapil Sumatera Utara I itu menambahkan, banyak PTS berkomitmen memberikan layanan pendidikan tinggi terjangkau dan menyebar ke pelosok negeri. Sebaliknya, mayoritas PTN hanya berada di kota besar.

Untuk itu, dia mengusulkan BOPTS, mirip dana BOS untuk SD, SMP, SMA dan SMK. Bahkan, dana BOS untuk siswa SMA cukup besar, mencapai Rp 1,8 juta per siswa. Sementara BOPTN yang sebesar Rp 5,8 triliun bisa menjangkau 5.400.058 mahasiswa.

Baca juga : Pemda Pertimbangkan Sosekbud Masyarakat

“Kalau mau diperjuangkan, PTS bisa dapat Rp 1 juta per mahasiswa pun nggak apa-apa, sebaiknya sama dengan BOPTN yang saat ini sekitar Rp 1,2 juta. Dengan begitu, tercipta rasa keadilan,” katanya.

Senada, anggota Komisi X DPR Furtasan Ali Yusuf menilai, alokasi anggaran yang dibuat belum berpihak kepada PTS. Padahal, Kemdiktisaintek sudah merancang penambahan anggaran untuk meningkatkan keseimbangan.

“Tapi anggarannya masih belum mencerminkan kesetaraan pendidikan tinggi negeri dan swasta,” ucap Furtasan.

Baca juga : Terbaru 1 Rumah Mewah Di Bogor, Harta MRC Terus Disita Kejagung

Tak cuma soal anggaran, Furtasan juga menyoroti ketidakberpihakan kepada PTS yang terus “dilangkahi” oleh PTN. Salah satu yang utama terkait Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Hingga akhir bulan ini, penerimaan mahasiswa baru di PTS belum beranjak naik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.