Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengamat: Irak Wajar Protes Soal Keuntungan Tuan Rumah Arab Saudi
Rabu, 15 Oktober 2025 16:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat sepak bola Kesit Handoyo menilai langkah Irak memprotes pelaksanaan Putaran ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merupakan hal yang wajar. Menurutnya, format dan jadwal kompetisi justru terlihat memberi keuntungan besar bagi tuan rumah Arab Saudi dan Qatar.
Kesit menjelaskan, sejak sebelum pertandingan dimulai, sejumlah negara peserta, termasuk Irak dan Indonesia, telah menyampaikan kekhawatiran soal potensi ketidakadilan penyelenggaraan. Format awal yang seharusnya digelar di tempat netral justru diubah menjadi di negara peserta, yang dalam hal ini memberi keuntungan bagi tim tuan rumah.
“Sejak awal, Irak dan Indonesia sudah khawatir pertandingan di Arab Saudi dan Qatar akan menguntungkan tuan rumah. Format awalnya seharusnya di tempat netral, tapi AFC tiba-tiba mengubah aturan,” ujar Kesit, di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Baca juga : PBSI Gandeng PT Perada Swara Productions Selenggarakan Kejuaraan Bulu Tangkis
Kesit menyebut, perubahan format itu membuktikan bahwa AFC tidak konsisten dan terlalu mudah mengubah peraturan, yang pada akhirnya menguntungkan negara tertentu. Ia mencontohkan, dalam aturan awal, tim yang sudah saling bertemu di Putaran ke-3 seharusnya tidak kembali berhadapan di Putaran ke-4.
“Indonesia seharusnya tidak bertemu lagi dengan Arab Saudi di Putaran ke-4 karena sudah bertemu di Putaran ke-3. Tapi AFC ubah formatnya, dan itu jelas menguntungkan Arab Saudi dan Qatar,” katanya.
Kesit lalu bicara ketimpangan waktu istirahat antar tim. Irak, yang baru selesai melawan Indonesia, hanya memiliki waktu istirahat dua hari sebelum menghadapi Arab Saudi. Sebaliknya, Arab Saudi mendapat waktu istirahat enam hari penuh sebelum laga kontra Irak.
Baca juga : Ini Penyebab Timnas Kalah Lawan Arab Saudi
“Ini jelas tidak adil. Irak kelelahan karena jadwal yang mepet, sementara Saudi punya waktu istirahat jauh lebih panjang,” ujar Kesit.
Ia menilai, protes keras yang diajukan Irak kepada AFC sepenuhnya beralasan. Menurutnya, pola serupa juga sempat dirasakan Indonesia dalam laga melawan Irak dan Arab Saudi di babak yang sama.
Indonesia sebelumnya sempat melayangkan keberatan terhadap penunjukan wasit dalam laga melawan Arab Saudi. Meskipun akhirnya pertandingan dipimpin wasit asal Kuwait yang dinilai cukup netral, tim Garuda tetap mengalami kesulitan akibat faktor jadwal yang ketat dan atmosfer stadion yang sepenuhnya menguntungkan tuan rumah.
Baca juga : Menhub Dudy dan Gubernur Pramono Sepakati Kebut Perluasan TOD Dukuh Atas
Kesit menegaskan, AFC perlu melakukan evaluasi mendalam agar integritas turnamen tidak dipertanyakan. "Konsistensi AFC sedang diuji. Jangan sampai keputusan yang menguntungkan tuan rumah justru merusak semangat fair play,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya