Dark/Light Mode

MotoGP, Enea Bastianini Ngacir Lagi

Rabu, 5 November 2025 05:14 WIB
Enea Bastianini. (Foto : Motosport)
Enea Bastianini. (Foto : Motosport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Enea Bastianini kembali menunjukkan semangat juangnya di lintasan MotoGP.

Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu tampil mengesankan di Grand Prix Malaysia, Minggu (3/11/2025), setelah melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-19 di grid hingga berhasil finis di urutan ketujuh.

Penampilan tersebut menandai kemajuan signifikan bagi Bastianini dan tim KTM yang sedang berupaya menemukan keseimbangan teknis menjelang musim 2026.

Baca juga : MotoGP, Rossi Yakin Pecco Bakal Makin Ngacir

Bastianini mengemukakan akhir pekan di Sepang dimulai dengan penuh frustasi. Motor RC16 yang dikendarainya sulit dikendalikan pada sesi latihan membuatnya kehilangan arah dalam mencari performa.

“Saya memulai Jumat dengan sangat gugup dan marah. Tidak ada satupun perubahan yang memberi hasil positif,” kata Bastianini seperti dikutip dari MotorSport, Selasa (4/11/2025).

“Namun, kami bekerja keras bersama para teknisi dan mencoba perubahan besar untuk memahami akar masalahnya. Hasilnya terlihat di hari Minggu,” imbuhnya.

Baca juga : MotoGP, Fermin Aldeguer Ukir Sejarah Di Mandalika

Perubahan pada setelan motor terbukti memberi hasil signifi kan. Dalam sesi Sprint dan Warm-Up, Bastianini mampu mencatat kecepatan konsisten dan menunjukkan peningkatan performa yang nyata.

“Saya senang karena kami cepat di balapan utama, Sprint, dan Warm-Up. Itu salah satu Warm-Up terbaik tahun ini. Artinya, arah pengembangan kami sudah benar,” ujarnya.

Meski begitu, Bastianini menilai dirinya dan tim masih belum memiliki dasar teknis yang solid untuk dijadikan acuan setiap akhir pekan balapan.

Baca juga : Mantan Kepala PCO Hasan Nasbi Kini Jadi Komisaris Pertamina

“Kami banyak mengubah motor di setiap seri, jadi masih belum punya dasar yang kuat. Tujuan kami sekarang adalah membangun fondasi itu agar bisa tampil konsisten sejak sesi pertama,” lanjutnya.

Menurut pembalap berjuluk La Bestia itu, salah satu tantangan terbesar adalah menyesuaikan gaya membalapnya dengan karakteristik motor KTM.

“KTM membutuhkan gaya balap yang berbeda. Saya harus terus mengubah gaya saya setiap pekan agar cocok dengan kebutuhan motor. Kami banyak memodifikasi geometri, dan hasilnya positif. Saya berharap ke depan kami tidak perlu lagi melakukan perubahan besar setiap kali turun lintasan,” harapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.