Dark/Light Mode

Jika Iran Mundur dari Piala Dunia, Irak dan UEA Bakal Jadi Pengganti

Senin, 2 Maret 2026 05:36 WIB
Para pemain Timnas Iran. (Foto : Irna)
Para pemain Timnas Iran. (Foto : Irna)

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 kian menghangat seiring eskalasi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Jika Team Melli benar-benar menarik diri atau dicoret oleh FIFA, slot mereka di putaran final wajib segera diisi.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengakui peluang negaranya tampil di Piala Dunia semakin kecil akibat situasi keamanan yang memburuk.

Baca juga : Konflik Iran Vs Israel-AS Picu Lonjakan Harga Energi dan Tekan Biaya Logistik

“Akibat serangan Amerika, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia, tapi para pejabat olahraga yang harus memutuskan soal itu,” ujar Mehdi Taj.

Iran sejatinya telah memastikan tiket ke putaran final dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun persoalan muncul karena seluruh pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, negara yang kini terlibat langsung dalam konflik dengan Iran bersama Israel.

Baca juga : Inter Kokoh di Puncak, Napoli Menang di Pekan ke-27

Kondisi tersebut membuat partisipasi Iran dinilai berisiko, baik dari sisi keamanan tim maupun kelancaran turnamen. FIFA pun disebut-sebut tengah memantau perkembangan situasi geopolitik sebelum mengambil keputusan resmi.

Jika Iran benar-benar mundur atau dicoret, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menyiapkan opsi pengganti. Dua negara, Irak dan Uni Emirat Arab (UEA), menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan tersebut.

Baca juga : Iran Balas Israel, Sasar Pangkalan Militer AS Di Bahrain Hingga Qatar

Keduanya tampil kompetitif hingga fase akhir playoff kualifikasi zona Asia dan memiliki peringkat FIFA serta akumulasi poin kualifikasi tertinggi di antara tim-tim Asia yang belum lolos ke Piala Dunia 2026.

Keputusan akhir kini berada di tangan FIFA, sembari menunggu kepastian status Iran di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.