Dark/Light Mode

Di Balik Lantai Papan GOR Lumahu: Cinta Ayah Menempa Calon Juara Badminton

Kamis, 21 Mei 2026 12:59 WIB
PB Kasih merayakan Hari Ulang Tahun Coach Timothy Rambitan di GOR Lumahu, Mekarsari Cimanggis, Kota Depok, Jabar, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dok. Pribadi)
PB Kasih merayakan Hari Ulang Tahun Coach Timothy Rambitan di GOR Lumahu, Mekarsari Cimanggis, Kota Depok, Jabar, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bunyi derit lantai papan yang khas dan riuh rendah bunyi shuttlecock yang beradu dengan raket, langsung menyergap saat melangkah masuk ke GOR Lumahu, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu sore (20/5/2026).

Di dalam gedung olahraga dengan tiga petak lapangan beralaskan papan lantai cokelat inilah, mimpi-mimpi besar bulu tangkis Indonesia dirajut dari bawah. Sore itu, riuh latihan terasa berbeda.

Lapangan dipenuhi gairah muda, termasuk putri kami Nayla Althafunnisa dari Aurora Badminton Club yang berkesempatan mencicipi atmosfer latihan bersama, serta tanding gim dengan para atlet PB Kasih.

Di sinilah, di atas guratan kayu lantai GOR yang bersahaja ini, sejarah pernah—dan sedang—ditulis.

GOR Lumahu bukanlah sekadar tempat latihan biasa. Tempat ini adalah saksi bisu bagaimana seorang ayah, Timothy Rambitan, atau yang akrab di sapa Om Temy atau Coach Temy, menempa anak-anaknya menjadi pilar bulu tangkis yang tangguh.

Nayla (kanan) foto bersama Sarah Rambitan

Dari tangan dinginnya, lahir Yeremia Erich Yotje Yacob Rambitan, ganda putra yang lama jadi menghuni Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Namun, magis Temy Rambitan tak berhenti pada Yeremia. Dengan binar mata bangga, Temy Rambitan bercerita tentang putra sulungnya, Yohanes Timothy Yacob Yotye Rambitan.

Pemuda itu kini telah melangkah jauh menyeberangi samudra, dipercaya menjadi pelatih pelatnas Badminton di Sri Lanka.

Baca juga : Dukung Penerapan EPR, Unicharm Edukasi Pilah Sampah di Karawang

"Nanti di Asian Games, Yohanes akan membawa atlet binaannya. Surat Keputusan (SK) dari Menteri Olahraga Sri Lanka sudah keluar. Yohanes diberi kepercayaan penuh membawa delegasi Sri Lanka nanti," tutur Om Temy Rambitan, menyiratkan rasa syukur yang mendalam.

Yohanes (Kedua dari kanan-Depan) bersama atlet Pelatnas Badminton Sri Lanka. (Dok. Pribadi)

Dalam mendidik tunas-tunas muda di PB Kasih, Coach Temy kini dibantu oleh putranya yang lain, Yosua Rambitan. Sebagai sesama atlet badminton, Yosua bahu-membahu bersama sang ayah menurunkan ilmu di lapangan.

Sementara itu, sang putri, Sarah Daisy Theresia Christina Rambitan, juga baru saja menyelesaikan tugasnya setelah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di cabor badminton.

Anak-anak keluarga Rambitan adalah bukti sahih bagaimana sebuah rumah tangga mampu menjelma menjadi kawah candradimuka atlet nasional.

Drama Cedera dan Air Mata Bahagia

Namun, magnet terbesar dari PB Kasih bukanlah sekadar mencetak juara, melainkan ikatan emosional yang lekat di dalamnya.

Sore itu, sebuah skenario tak terduga mendadak mengubah ritme latihan yang serius menjadi penuh ketegangan. Seorang atlet muda tiba-tiba tersungkur di tengah lapangan.

Ia mengerang kesakitan, memegangi kakinya yang tampak mengalami kram hebat di atas lantai kayu. Wajah Om Temy seketika berubah pias. Gurat cemas tak bisa disembunyikan dari wajah senjanya.

Tanpa berpikir panjang, sang pelatih berlari ke tengah lapangan, berlutut, dan dengan sigap memberikan pertolongan pertama—refleks alami seorang bapak yang tak ingin melihat anaknya terluka.

Baca juga : Dirjen Imigrasi: Tunduk Aturan Atau Segera Keluar!

Namun, ketegangan itu pecah seketika saat sebuah kue tart berhias lilin tiba-tiba dibawa masuk ke pinggir lapangan, diiringi koor lagu ulang tahun yang dinyanyikan serempak oleh para atlet dan orang tua yang hadir.

Atlet yang tadinya mengerang kesakitan mendadak bangkit berdiri dan tertawa. GOR Lumahu bergemuruh. Om Temy tertegun, lalu tersenyum lebar menyadari dirinya baru saja menjadi "korban" drama prank hari ulang tahunnya yang ke 63.

Air muka panik berganti menjadi haru yang hangat setelah melihat sang atlet yang berpura-pura cedera tadi bisa kembali berjalan normal seperti biasa.

Om Temy pegang kue tart dan foto bersama atlet PB Kasih.

Beasiswa dan Kesetaraan di Atas Lapangan

Sore itu, kami menyaksikan bahwa PB Kasih bukan sekadar klub bulu tangkis komersial. Di sini, hubungan antara pelatih dan atlet telah melampaui sekat-sekat profesionalisme formal.

Om Temy mendidik setiap anak didiknya layaknya darah daging sendiri. Tidak ada anak emas, tidak ada yang dibeda-bedakan. Di atas petak lantai papan cokelat itu, semua anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memetik ilmu dari sang mentor penemu bakat pelatnas.

Hebatnya lagi, kepedulian Temy Rambitan menembus keterbatasan ekonomi. Banyak atlet muda berbakat dari keluarga kurang mampu yang dirangkulnya, diberikan beasiswa pelatihan, agar asa mereka tidak padam di tengah jalan.

Di usianya yang tak lagi muda, saat rambutnya mulai memutih dan langkahnya tak secepat dulu, semangat Temy Rambitan membina tunas-tunas muda badminton Indonesia justru tak pernah pudar.

Dari sudut Depok, lewat tetesan keringat dan ketulusan hati seorang ayah, ia terus menyalakan api pahlawan-pahlawan bulu tangkis masa depan.

Profil Pembina: Kiprah Timothy Rambitan

Baca juga : Persaingan Liga Champions Memanas, Roma Hajar Fiorentina

Sosok Timothy Rambitan ini sejatinya adalah pelatih bulu tangkis sekaligus pendiri klub PB Kasih.

Di kalangan bulu tangkis nasional, ia dikenal luas sebagai ayah sekaligus pelatih dari keluarga atlet Rambitan, termasuk para pebulu tangkis nasional yang kini berkiprah di level tertinggi.

Perjalanan kariernya terbilang unik, karena Temy Rambitan awalnya berasal dari dunia atletik. Namun, ia memiliki minat yang begitu besar pada bulu tangkis, sebuah ketertarikan mendalam yang kemudian ia wariskan sepenuhnya kepada anak-anaknya.

Bersama PB Kasih, ia melatih anak-anaknya sejak kecil dengan disiplin tinggi hingga beberapa di antaranya berhasil menembus level nasional.

Dalam berbagai pemberitaan bulu tangkis nasional, Temy Rambitan kerap terlihat setia mendampingi dan melatih para pemain PB Kasih di berbagai turnamen resmi PBSI.

Klub yang ia dirikan ini telah menjadi pondasi awal tempat pembinaan, Yeremia dan Sarah, membekali mereka dengan teknik dasar yang matang sebelum mereka berkembang ke level yang lebih tinggi seperti SKO Ragunan, PB Exist, hingga akhirnya berhasil menembus kerasnya persaingan Pelatnas PBSI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.