Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
Piala Dunia 2026
Didier Deschamps Bidik Sejarah Baru Bersama Prancis
Selasa, 2 Juni 2026 11:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menegaskan fokus penuh membawa Les Bleus kembali berjaya di Piala Dunia FIFA 2026. Jelang turnamen terbesar sepak bola dunia itu, Deschamps mengaku tidak ingin larut dalam nostalgia kesuksesan masa lalu dan memilih menatap tantangan yang ada di depan mata.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi keempat bagi Deschamps sebagai pelatih Prancis. Turnamen ini juga dipastikan menjadi ajang terakhirnya bersama Les Bleus setelah lebih dari satu dekade memimpin tim nasional.
“Saya hanya memikirkan hari ini dan besok. Itulah diri saya. Apa yang terjadi pada 1998 dan 2018 akan selalu tinggal dalam ingatan, tetapi masa lalu tidak bisa diubah. Yang penting sekarang adalah apa yang kami lakukan berikutnya,” ujar Deschamps.
Baca juga : Putros Bawa Nama Persib ke Piala Dunia 2026 Bersama Irak
Deschamps memang menjadi sosok spesial dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia sukses membawa negaranya juara dunia sebagai pemain pada 1998 dan mengulang pencapaian serupa sebagai pelatih pada 2018. Kini, pria berusia 57 tahun itu berpeluang mencetak sejarah baru apabila mampu kembali membawa Prancis menjadi kampiun dunia.
Jika berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, Deschamps akan menjadi pelatih pertama yang dua kali menjuarai Piala Dunia dan tiga kali beruntun tampil di final turnamen tersebut.
Prancis kembali datang sebagai salah satu favorit juara seperti pada edisi Qatar 2022. Namun Deschamps mengingatkan bahwa status unggulan tidak menjamin apa pun.
Baca juga : Ambisi Besar Jepang, Wataru Endo: Kami Ingin Jadi Juara
“Kami memiliki ekspektasi tinggi karena hasil yang sudah diraih. Kami juara pada 2018 dan mencapai final pada 2022. Tetapi di antara 10 atau 12 negara kandidat juara, pada akhirnya hanya akan ada satu pemenang,” katanya.
Di fase grup, Prancis tergabung bersama Norwegia, Irak, dan Senegal. Laga pembuka melawan Senegal diprediksi menjadi pertandingan krusial sekaligus mengingatkan publik pada Piala Dunia 2002 saat Prancis secara mengejutkan kalah 0-1 dari wakil Afrika tersebut.
Meski diperkuat banyak pemain muda bertalenta seperti Desire Doue, Rayan Cherki, dan Marcus Thuram, Deschamps meminta skuadnya tetap rendah hati dan mengutamakan kekompakan tim.
Baca juga : James Rodriguez Jadi Kapten, Kolombia Bidik Kejutan
“Ketika mengenakan jersey Timnas Prancis, para pemain memiliki tanggung jawab besar. Mereka datang bukan untuk menerima, tetapi untuk memberikan segalanya demi negara,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya