Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Argentina mengawali upaya mempertahankan gelar juara Piala Dunia dengan hasil meyakinkan. Skuad Albiceleste menggasak Aljazair 3-0 pada laga pembuka Grup J di Stadion Arrowhead, Kansas City, Rabu (17/6/2026) pagi WIB.
Kemenangan mutlak Argentina ini diborong sepenuhnya lewat torehan hattrick sang kapten, Lionel Messi, yang tampil dominan sepanjang pertandingan.
Hasil ini menjadi pijakan awal yang kokoh bagi Argentina untuk mengejar ambisi menjadi negara pertama—sejak Brazil pada 1962—yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Laga ini sekaligus menjadi panggung pemecahan berbagai rekor fantastis bagi seorang Lionel Messi.
Pada usianya yang menginjak 38 tahun, pria berjuluk La Pulga ini mencatatkan penampilan di Piala Dunia keenamnya sekaligus menorehkan cap ke-200 bersama timnas Argentina.
Baca juga : Warga Lebanon Pulang, Disambut Rumah Hancur
Tiga gol yang disarangkannya ke gawang tim Rubah Gurun menjadi hattrick pertamanya di ajang Piala Dunia. Juga mengantarkannya menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan raihan 16 gol.
Seusai pertandingan, kapten legendaris Argentina tersebut tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian bersejarah ini. “Menikmati momen ini bersama keluarga dan rekan setim yang selalu ada, sungguh momen yang indah,” kata Messi. Penyerang Inter Miami tersebut juga menekankan bahwa kemenangan di laga perdana ini sangat krusial bagi langkah tim ke depan, sembari memuji kekompakan skuad Argentina yang sangat solid serta dukungan militan dari para suporter yang kembali memadati stadion.
Konsistensi dari sang megabintang turut menuai pujian setinggi langit dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Menurutnya, sejak kehadiran Messi, kemenangan demi kemenangan sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi Argentina selama 20 tahun terakhir. “Dia menginspirasi semua orang yang menontonnya,” ungkap Scaloni.
Pelatih yang membawa Argentina juara di Qatar 2022 itu menambahkan bahwa atmosfer kekeluargaan di dalam tim menjadi kunci utama, dimana semua pemain rela bertarung habis-habisan dengan hati demi mendukung kenyamanan Messi di lapangan.
Baca juga : Manohara, Lagi Sibuk Selamatkan Satwa Langka
Di kubu lawan, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic secara ksatria mengakui kejeniusan pemain nomor 10 tersebut yang berhasil menghukum lini pertahanan timnya. “Kelas itu permanen, karena kita sedang membicarakan pesepak bola yang telah memenangi Ballon d’Or tujuh atau delapan kali,” kata Petkovic. Mantan pelatih Lazio itu menyayangkan kelengahan anak asuhnya yang memberikan terlalu banyak ruang gerak, sehingga memudahkan pemain sekelas Messi untuk mengobrak-abrik pertahanan mereka.
Jalannya laga babak pertama sendiri sebenarnya berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Argentina sempat mencetak gol cepat pada menit kelima melalui kombinasi Lautaro Martinez dan Messi, namun dianulir wasit Szymon Marciniak karena offside.
Aljazair sempat mengejutkan lewat gol balasan Fares Chaibi empat menit kemudian, tetapi teknologi Video Assistant Referee (VAR) juga membatalkan gol tersebut karena alasan yang sama. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-17 setelah Messi melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas gawang memanfaatkan umpan vertikal Rodrigo De Paul.
Dominasi Tim Tango semakin menjadi-jadi pada paruh kedua pertandingan berkat kontrol lini tengah yang dimotori oleh Alexis Mac Allister. Gol kedua Argentina lahir pada menit ke-60 akibat ke salahan kiper Aljazair, Luca Zidane, yang gagal menangkap dengan sempurna sepakan keras Mac Allister. Bola muntah langsung disambar dengan cepat oleh Messi yang berdiri bebas di depan gawang.
Baca juga : IHSG-Rupiah Terus Menguat. Kepercayaan Investor Ke RI Semakin Tinggi
Keputusan Petkovic memasukkan Riyad Mahrez dan Houssem Aouar untuk menambah daya dobrak sempat memberikan perlawanan, namun peluang emas Aouar pada menit ke-69 masih melenceng tipis. Pesta kemenangan sang juara bertahan akhirnya ditutup dengan sempurna pada menit ke-76 lewat sebuah skema serangan yang rapi.
Menerima umpan matang dari pemain pengganti Nicolas Gonzalez, Messi mengecoh barisan pertahanan Aljazair sebelum melepaskan sepakan melengkung ke pojok kiri bawah gawang yang membuat Luca Zidane mati langkah. Skor 3-0 bertahan hingga laga usai, membuat Argentina kini fokus menatap laga kedua melawan Austria, sementara Aljazair harus segera berbenah sebelum menghadapi Yordania demi menjaga peluang lolos. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya