Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Piala Dunia 2026
”Coming Home” Jadi ”Going Home”, Inggris Dilinggis Argentina
Jumat, 17 Juli 2026 08:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Inggris “dilinggis” Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026. Nyanyian fans Inggris agar sepak bola "coming home" diledek menjadi "going home".
Dalam laga semifinal yang digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat (AS), Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, awalnya Inggris berada di atas angin dengan unggul 1-0 di menit ke-55. Serangan balik cepat Morgan Rogers diselesaikan Anthony Gordon dengan tendangan akurat yang gagal dihalau kiper Argentina Emiliano Martinez.
Namun, keunggulan tersebut musnah di ujung laga. Argentina yang terus menggembur akhirnya bisa mencetak gol di menit ke-85, dari situasi sepak pojok. Lionel Messi mengirim bola kepada Enzo Fernandez yang berdiri tanpa kawalan di luar kotak penalti. Gelandang Chelsea tersebut langsung melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper Inggris Jordan Pickford.
Saat laga diperkirakan berlanjut ke babak tambahan, Argentina justru mencetak gol kemenangan di masa perpanjangan waktu. Berawal dari tembakan Alexis Mac Allister yang membentur tiang, lalu bola dikuasai Messi. Kapten Argentina itu melewati kawalan pemain Inggris sebelum mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Lautaro Martinez yang kurang pengawalan sukses menanduk bola ke gawang di menit 90+2 dan memastikan Argentina menang 2-1.
Baca juga : Inggris Tersingkir, Harry Kane: Ini Sangat Menyakitkan
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Nyanyian Football's Coming Home yang terus didengungkan fans Inggris di dalam dan luar stadion, tak menjadi kenyataan. Justru berubah menjadi Going Home bagi pasukan The Three Lion.
Slogan legendaris "It's coming home" ini berasal dari lagu resmi Piala Eropa 1996 berjudul "Three Lions". Lagu ini diciptakan grup musik indie asal Inggris, The Lightning Seeds, berkolaborasi dengan komedian David Baddiel dan Frank Skinner. Tujuannya merefleksikan kembalinya turnamen ke tanah kelahiran sepak bola modern serta harapan mengakhiri puasa gelar sejak 1966.
Bagi Inggris, kekalahan ini juga amat menyakitkan. Sebab, ini ketiga kalinya mereka harus terhenti di semifinal, sama seperti edisi 1990 dan 2018. Inggris masih harus menanti mengangkat trofi lagi, sejak terakhir memenangkannya di Piala Dunia 1966, saat menjadi tuan rumah.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menilai timnya kehilangan kendali permainan usai mencetak gol pembuka. Ia mengakui, Inggris terlalu bertahan saat unggul duluan.
Baca juga : Inggris Vs Argentina, Duel Panas Menuju Puncak
"Kami sangat kecewa. Kami sudah sangat dekat dengan final. Tapi setelah unggul, kami bermain terlalu pasif dan memberikan terlalu banyak peluang," kata Tuchel usai pertandingan, seperti dilansir BBC.
Striker Inggris Harry Kane amat terpukul dengan kekalahan ini. Dia menilai, Inggris sebenarnya mampu menekan Argentina sejak babak pertama hingga awal babak kedua. Tapi, setelah Inggris sukses mencetak gol, Argentina mulai menyerang dengan lebih banyak pemain.
Menurutnya, kesalahan terbesar terjadi setelah timnya unggul dan memilih bermain terlalu bertahan. "Saya sangat sedih untuk tim, staf pelatih, dan para suporter. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar menyakitkan," ujar penyerang Bayern Muenchen itu.
Meski mimpi melaju ke final sudah terkubur, Kane tetap melihat banyak hal positif dari perjalanan Inggris di turnamen kali ini. Baginya, The Three Lions hanya tinggal menemukan kepingan terakhir untuk menjadi juara dunia.
Baca juga : John Terry: Jude Bellingham Selevel Zinedine Zidane
"Kami sudah sangat dekat. Kini kami hanya perlu menemukan bagian yang masih kurang di fase akhir turnamen," ujarnya.
Kini, harapan Inggris tinggal juara tiga Piala Dunia 2026. Namun, hal itu pun tidak akan mudah. Sebab, Harry Kane Cs akan menghadapi Prancis, yang merupakan timnas peringkat satu dunia. Laga perebutan juara tiga akan digelar di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) pukul 07.00 WIB.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya