Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
MilkLife Athletics Challenge 2026 Perluas Pembinaan Atletik Muda Hingga KU 18
Sabtu, 18 Juli 2026 18:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 memperluas jalur pembinaan atletik dengan menghadirkan kelompok usia (KU) 8 hingga KU 18. Ajang yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus itu diikuti 2.270 pelajar dari 196 MI, SD, MTs, SMP, SMA, MA, dan SMK di Kudus dan sekitarnya. Kompetisi berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 15–18 Juli 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mempertandingkan 23 nomor atletik yang tersebar dalam lima kelompok usia, mulai dari lari sprint, estafet, jalan cepat, lompat jauh, lompat tinggi, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram hingga nomor pengembangan dasar seperti Kanga's Escape, Formula 1, Frog Jump, dan Turbo Throw.
Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, mengatakan penambahan kelompok usia menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.
"Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada seri 1 2026 ini, kami ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi. Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat. Lewat MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif namun tetap menyenangkan," ujar Welly, Sabtu (18/7/2026).
Selain memperluas kelompok usia, penyelenggara juga menyegarkan nomor perlombaan agar lebih sesuai dengan perkembangan fisik peserta.
Baca juga : Thomas Tuchel Belum Puas Permainan Tiga Singa
"Tahun ini kami juga menyegarkan pilihan nomor perlombaan dengan menyisipkan variasi lari 800 meter dan lompat tinggi yang lebih efektif untuk mengukur potensi dasar mereka. Di sisi lain, kami memilih lebih selektif terhadap nomor yang membutuhkan ketahanan fisik ekstrem seperti lari 3.000 meter maupun nomor yang berisiko tinggi terhadap cedera sendi pada anak seperti lompat jangkit. Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka," jelasnya.
Ketua PASI Kudus, Firdaus, mengatakan penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge secara rutin sejak 2024 mulai menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan atlet muda di Jawa Tengah. Menurutnya, ajang tersebut kini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pencarian bibit atlet potensial.
"Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah. Kami optimistis Kudus sedang berproses melahirkan generasi atletik baru yang unggul dan siap mewakili Jawa Tengah di ajang tingkat provinsi seperti Porprov, bahkan hingga level nasional seperti Popnas. Kami juga berharap agar MilkLife Athletics Challenge tahun depan bisa digelar tingkat provinsi," katanya.
Firdaus menegaskan, PASI Kudus telah menyiapkan program pembinaan lanjutan bagi para atlet potensial yang lahir dari ajang tersebut.
"Tugas kami adalah memastikan bakat-bakat yang terjaring dari ajang ini mendapatkan pembinaan lanjutan yang berkesinambungan dan terpusat, serta terus memberikan jam terbang kompetisi agar mental bertanding mereka matang sebelum terjun ke kejuaraan resmi daerah maupun nasional," ujarnya.
Baca juga : Alwi Farhan Juara Australia Open 2026 Bukti Pembinaan Atlet Muda Menjanjikan
Pada kategori KU 15, MTsN 1 Kudus berhasil mempertahankan gelar juara umum yang diraih tahun lalu. Sekolah tersebut mengoleksi tujuh medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.
Perwakilan MTsN 1 Kudus, Dimas Maulana, mengatakan prestasi tersebut merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler atletik.
"MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik. Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka melalui ekstrakurikuler. Semoga prestasi ini bisa konsisten kami pertahankan, bahkan ditingkatkan untuk ikut andil dalam lahirnya bibit cabang olahraga atletik dari Kudus," ujar Dimas.
Sementara itu, salah satu atlet yang mencuri perhatian pada kategori KU 18 adalah Adyatama Fawwaz Oktoraza dari MAN 2 Kudus. Ia sukses meraih juara nomor lari 400 meter putra dan turut membawa sekolahnya menjadi juara pada nomor estafet 4 x 400 meter mixed.
Adyatama mengaku kejuaraan tersebut menjadi ajang penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Baca juga : PNM Tanam 27.000 Pohon, Perkuat Pemberdayaan dan Kelestarian Lingkungan
"Kejuaraan ini tentu sangat positif karena semakin banyak siswa yang tertarik untuk ikut atletik. Kemenangan ini sangat berharga. Sekarang dan ke depan saya akan lebih fokus di nomor 400 meter. Semoga ini menjadi salah satu jalan agar saya bisa lolos ke Pelatnas dan menjadi bagian dari tim nasional atletik Indonesia," katanya.
Melalui perluasan kelompok usia, penyegaran nomor perlombaan, serta pembinaan berkelanjutan, MilkLife Athletics Challenge diharapkan menjadi jalur pembinaan atletik yang semakin kuat. Ajang ini sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Jawa Tengah maupun Indonesia di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya