Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
RM.id Rakyat Merdeka - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, enggan larut dalam euforia keberhasilan membawa The Three Lions melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.
Meski menang 2-1 atas Norwegia di perempat final berkat dua gol Jude Bellingham, Tuchel menilai performa timnya masih jauh dari harapan.
Menurut pelatih asal Jerman itu, Inggris terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga membuat pertandingan menjadi lebih sulit.
Baca juga : 10 Pemain Tiga Singa Singkirkan Meksiko
Ia menegaskan timnya harus tampil jauh lebih baik jika ingin menyingkirkan Argentina pada semifinal yang akan digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
"Hasilnya memang luar biasa karena kami lolos ke empat besar. Namun saya tidak puas dengan penampilan tim. Kami bermain ceroboh, terlalu banyak melakukan kesalahan teknis, tempo permainan lambat, dan hari ini kami juga cukup beruntung," kata Tuchel.
Ini bukan kali pertama Tuchel mengkritik anak asuhnya di tengah hasil positif. Seusai menyingkirkan Meksiko di babak 16 besar, ia juga menyebut Inggris belum menampilkan performa terbaik meski menunjukkan mentalitas luar biasa.
Baca juga : Pesta Gol Maroko! Tiket Perempat Final di Tangan
Pendekatan keras Tuchel juga dirasakan Jude Bellingham. Sebelum Piala Dunia dimulai, gelandang Real Madrid itu bahkan harus bersaing dengan Morgan Rogers untuk memperebutkan posisi starter sebagai gelandang serang. Tuchel menegaskan reputasi tidak menjamin tempat di tim utama.
Keputusan itu terbukti tepat. Bellingham menjawab kepercayaan sang pelatih dengan torehan enam gol di Piala Dunia 2026, menyamai koleksi kapten Harry Kane. Dua golnya ke gawang Norwegia memastikan Inggris melangkah ke semifinal.
Gaya kepelatihan Tuchel memang dikenal menuntut standar tinggi. Saat menangani Chelsea, ia kerap melontarkan kritik terbuka kepada pemain seperti Callum Hudson-Odoi dan Kai Havertz. Meski demikian, pendekatan tersebut terbukti efektif dengan membawa Chelsea menjuarai Liga Champions.
Baca juga : Igor Tolic Bekali Pemain Persib Dengan Program Latihan Mandiri
Kini, Tuchel berharap kritiknya kembali memantik respons positif. Mengoleksi 11 trofi mayor sepanjang kariernya bersama Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munchen, Tuchel membidik gelar Piala Dunia pertamanya bersama Inggris. Namun, Argentina menjadi ujian besar yang harus dilewati lebih dulu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya