Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inter Milan Vs Monza, Ular Menjaga Mahkota
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Kasus Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Sita Duit Rp 1,5 M
- KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
RM.id Rakyat Merdeka - Persebaya Surabaya memilih bersikap selektif dalam menyikapi bursa transfer pemain asing untuk Super League 2026/27 yang masih terbuka.
Manajemen dan tim pelatih tidak ingin terburu-buru menghabiskan kuota pemain asing tanpa mempertimbagkan kebutuhan taktis tim.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan kualitas dan kesesuaian karakter pemain menjadi pertimbangan utama sebelum mendatangkan amunisi baru.
Menurutnya, penambahan pemain harus memberikan dampak nyata terhadap kekuatan tim, bukan sekadar untuk memenuhi kuota.
Baca juga : PSIM Matangkan Taktik dan Fisik Jelang Super League 2026/27
"Pada saat ini bursa transfer masih terbuka, sehingga hingga batas waktu berakhir, segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Kami bisa saja menambah satu pemain asing, tidak menambah sama sekali, atau justru merekrut pemain lokal baru," tegas Tavares.
Berdasarkan regulasi I.League, klub kasta tertinggi dapat mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain bisa masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), sedangkan maksimal tujuh pemain asing dapat tampil bersamaan di lapangan.
Persebaya saat ini memiliki 10 pemain asing untuk menghadapi musim 2026/27. Mereka adalah Risto Mitrevski (Makedonia Utara), Walber Mota (Brasil/Portugal), Jefferson Silva (Brasil), dan Yuran Fernandes (Tanjung Verde) di sektor pertahanan.
Lini tengah dihuni Gledson Paixao (Brasil), Francisco Rivera (Meksiko), dan Diogo Ramalho (Portugal). Sementara itu, sektor depan diperkuat Alex Martins (Brasil), Miguel Pereira (Portugal), dan Yann Kevin Mabella (Kongo).
Baca juga : Moussa Bagayoko Makin Nyaman di PSS Sleman
Tavares menilai kehadiran pemain baru tidak otomatis membuat sebuah tim menjadi lebih kuat. Karena itu, evaluasi terhadap komposisi skuad yang ada tetap dilakukan secara menyeluruh sebelum Persebaya mengambil keputusan di bursa transfer.
"Kami berharap bisa memiliki tim yang bagus, karena itulah target utama kami. Namun, terkadang bukan berarti dengan hadirnya satu pemain baru kita langsung menjadi lebih baik," jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Selain kualitas pemain, regulasi penggunaan legiun asing juga menjadi pertimbangan dalam menentukan komposisi skuad. Persebaya ingin menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan asing agar kebutuhan taktis sekaligus keharmonisan tim tetap terjaga.
"Mendatangkan pemain hanya demi menggenapi kuota 11 pemain asing menurut saya tidak masuk akal, sebab kita hanya bisa memainkan tujuh pemain di lapangan dan dua pemain di bangku cadangan. Skuad ini bukan hanya berisi pemain asing, karena bagi saya, pemain lokal adalah jantung dari tim ini," tandas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Baca juga : Kabar Baik, Bek Asal Serbia Pankov Pulih dari Cedera
Dengan pendekatan tersebut, Persebaya menegaskan tidak akan menjadikan pemenuhan kuota pemain asing sebagai prioritas utama. Setiap rekrutan harus benar-benar sesuai kebutuhan agar kedalaman skuad Green Force dapat terbentuk secara efektif untuk menghadapi Super League 2026/27.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya