Dark/Light Mode

MLSC Garut Seri 1 2026-2027

SDN 1 Cinunuk Menang Tipis, SDN 1 Mekarmukti Toreh Catatan Fantastis

Minggu, 8 November 2026 20:18 WIB
Foto: MilkLife.
Foto: MilkLife.

RM.id  Rakyat Merdeka - SDN 1 Mekarmukti tampil luar biasa dengan mencatatkan rekor 124 gol tanpa sekalipun kebobolan untuk merebut gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026-2027 kategori usia 12 (KU 12).

Pada partai final, tim tersebut melumat MIN 4 Garut dengan skor telak 13-0. Sementara itu, SDN 1 Cinunuk keluar sebagai juara KU 10 setelah menang tipis 1-0 atas SDN 2 Muarasanding.

MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026-2027 berlangsung pada 3-8 November 2026 di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga.

Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti 1.516 peserta dan menjadi penyelenggaraan perdana MLSC di wilayah Priangan Timur.

Pada final KU 10, Alika Nayla Putri menjadi penentu kemenangan SDN 1 Cinunuk. Meski timnya lebih banyak berada dalam tekanan dan minim menciptakan peluang, Alika mampu menjadi pembeda melalui kecepatannya menggiring bola dari garis tengah.

Cerdik memanfaatkan ruang kosong di lini pertahanan lawan, Alika dengan tenang mengeksekusi peluang dan mengarahkan bola ke sisi kiri gawang. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 bagi SDN 1 Cinunuk.

Pelatih SDN 1 Cinunuk, Yuga Nugraha Putra, mengakui persiapan timnya menuju MLSC Garut Seri 1 tahun ini terbilang singkat.

Namun, ia mengapresiasi semangat juang anak asuhnya hingga berhasil meraih trofi tertinggi KU 10.

“Jujur saja persiapan kami mepet karena cuma satu minggu. Kami hanya instruksikan agar pemain melakukan yang terbaik dan kompak di lapangan. Alhamdulillah, syukur bisa menang di MLSC Garut Seri 1 ini,” kata Yuga.

SDN 1 Mekarmukti Cetak 124 Gol Tanpa Kebobolan

Baca juga : Diikuti Delapan Negara, 707 Pebulutangkis Muda Siap Bersaing Di Kudus

Di final KU 12, SDN 1 Mekarmukti melanjutkan dominasi dengan catatan impresif. Melaju ke partai puncak tanpa sekalipun kebobolan, ketajaman lini serang mereka menjadi momok bagi lawan sepanjang turnamen.

Kemenangan 13-0 atas MIN 4 Garut membuat SDN 1 Mekarmukti menutup kompetisi dengan torehan fantastis 124 gol tanpa sekalipun kebobolan.

Raisya Rena Alfiyani dan Naffisa Aqila Himawan tampil eksplosif sejak awal pertandingan.

Pada 15 menit pertama, Raisya mencetak tujuh gol, masing-masing pada menit ke-1, 4, 7, 8, 11, 14, dan 15. Sementara itu, Naffisa Aqila Himawan menyumbangkan tiga gol pada menit ke-5, 13, dan 20.

Dominasi tersebut membawa SDN 1 Mekarmukti menutup babak pertama dengan keunggulan 10-0.

Memasuki babak kedua, SDN 1 Mekarmukti menambah tiga gol. Naura Anindya Lakeisha mencetak dua gol atau brace pada menit ke-17 dan 20, sebelum Berlinda Allina Syafitri melengkapi kemenangan dua menit menjelang pertandingan berakhir.

Raisya Rena Alfiyani menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam turnamen tersebut. Gelandang SDN 1 Mekarmukti itu sekaligus meraih predikat pencetak gol terbanyak atau top scorer dengan koleksi 49 gol.

Raisya mengaku bersyukur timnya berhasil menjadi juara. Pemain yang mulai menekuni sepak bola sejak usia delapan tahun dan kini berusia 11 tahun itu menilai intensitas latihan menjelang turnamen sangat membantu tim tampil percaya diri dan tidak demam panggung.

"Senang (jadi top scorer). Kami selalu diminta untuk rajin latihan dan disiplin mengikuti instruksi pelatih. Alhamdulillah kami bisa jadi juara,” ucap Raisya.

Baca juga : SDN Manukan Kulon Pertahankan Gelar, Bandung Lahirkan 2 Juara Baru

Pelatih Kepala SDN 1 Mekarmukti, Irman Muhamad Asmara, juga bersyukur anak asuhnya mampu memberikan performa terbaik sepanjang turnamen.

Menurutnya, tim rutin menjalani latihan intensif selama beberapa bulan terakhir untuk mempersiapkan diri menghadapi MLSC Garut Seri 1 2026-2027.

Selain itu, sejumlah pemain SDN 1 Mekarmukti juga tergabung dalam I.KO.CI Football Training Camp, pusat pelatihan sepak bola wanita yang bekerja sama dan terintegrasi dengan Akademi Persib Bandung untuk membina pemain dari beberapa kelompok usia dini.

“Terima kasih untuk semua pemain yang sudah bekerja keras. Semoga di Seri 2 nanti bisa lebih kompetitif lagi, bisa memotivasi untuk SD ataupun MI di wilayah Garut, supaya nanti di nasional (MLSC All-Stars) kita akan berangkat dengan skuad terbaik mengharumkan nama Garut,” katanya.

Irman juga mengapresiasi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge karena turnamen sepak bola putri di Garut masih sangat terbatas.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada penyelenggara MLSC. Karena untuk pembinaan usia dini, turnamen ini sangat berarti. Ketika ada wadah seperti MLSC, anak yang berbakat jadi punya jalan menuju jenjang yang lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, mengapresiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife yang menjadikan Garut sebagai salah satu destinasi pencarian bibit muda berbakat sepak bola putri.

Menurutnya, MilkLife Soccer Challenge menjadi wadah yang tepat untuk membangun sepak bola putri Indonesia dari akar rumput.

Ia berharap, akan lahir wakil-wakil terbaik dari Garut yang mampu menorehkan prestasi membanggakan pada masa mendatang.

Baca juga : SDN Pondok Kacang Timur 04 Berjaya di KU 12, SDN Cakung Barat 05 Kampiun KU 10

“Ini sungguh hal luar biasa di penyelenggaraan pertama, berkat kerja sama banyak stakeholder. Dengan antusiasme ini, saya optimistis ke depan akan lahir talenta-talenta sepak bola putri dari Garut. Untuk itu, kami juga mendorong Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Garut untuk punya SSB khusus putri, sehingga semua bisa bersinergi. Mulai dari sekolah, dinas terkait, dukungan masyarakat, guna mendorong hal-hal positif seperti itu,” ungkapnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengaku puas dengan sambutan hangat masyarakat Garut terhadap penyelenggaraan perdana MLSC di wilayah Priangan Timur.

Selain tingginya antusiasme, kualitas permainan dan semangat para peserta dalam berkompetisi juga menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola putri di Jawa Barat.

Menurutnya, Garut berpotensi menjadi salah satu lumbung penghasil atlet sepak bola putri usia dini di Indonesia.

“Sebagai kota baru, sambutan di Garut benar-benar di luar ekspektasi. Antusiasme 1.516 peserta yang bertanding selama sepekan ini menjadi energi positif bagi masa depan sepak bola putri di Indonesia. Sepanjang kompetisi berlangsung, kita disuguhi pertandingan yang menarik disaksikan dari kedua kelompok usia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat kepada SDN 1 Mekarmukti yang sukses menjuarai KU 12 dengan rekor impresif lebih dari 100 gol dan tanpa kebobolan, serta SDN 1 Cinunuk yang berhasil memenangkan pertandingan sengit di final KU 10.

“Ini membuktikan Garut punya banyak bibit unggul yang siap bersaing di level lebih tinggi,” tambahnya.
 Selanjutnya 

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026-2027:

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.