Dark/Light Mode

MilkLife Kolaborasi dengan Pokemon, Gelar Coaching Clinic Bersama Legenda Jepang

Kamis, 17 September 2026 18:46 WIB
Foto: MilkLife.
Foto: MilkLife.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 74 pesepakbola putri usia 10-13 tahun mendapat kesempatan belajar langsung dari dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama.

Kegiatan tersebut digelar melalui coaching clinic “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon” di KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan The Pokemon Company ini merupakan bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 musim 2026-2027.

Puluhan peserta tersebut berasal dari Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Mereka merupakan peserta MilkLife Soccer Extra Training yang dipersiapkan untuk berlaga pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars tahun depan.

Melalui coaching clinic ini, para peserta mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan teknis dan koordinasi fisik sekaligus merasakan pengalaman berlatih dan bermain bersama dua anggota skuad timnas sepak bola putri Jepang yang turut membawa negaranya menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2011.

President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, khususnya perwakilan dari Jepang, Fukunaga-san, Mana Iwabuchi, dan Aya Miyama.

"Terima kasih datang ke Jakarta. Terima kasih juga untuk Pokemon Company dan Pikachu, terima kasih sudah mendukung program MilkLife Soccer Challenge. Semoga kita semua bisa tumbuh dan makin sukses bersama, dan MLSC ini akan makin populer bersama Pikachu,” kata Victor dalam sambutannya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan, coaching clinic bersama Pokemon merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan program pengembangan pemain sepak bola putri usia dini.

Kegiatan ini melengkapi pengalaman para pemain yang sebelumnya diperoleh melalui kompetisi MLSC, dengan memberikan pembelajaran langsung dari figur sepak bola perempuan yang memiliki pengalaman di level internasional.

“Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model. Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa,” ujar Teddy.

Baca juga : MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 Dibuka, Tangerang & Semarang Jadi Pembuka

Teddy mengatakan, Aya dan Mana membuktikan bahwa sepak bola yang ditekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten, dapat memberikan hasil yang membanggakan, termasuk meraih medali Olimpiade dan gelar juara Piala Dunia Wanita FIFA.

Sementara itu, Corporate Officer The Pokemon Company Susumu Fukunaga mengatakan, keterlibatan Pokemon dalam kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga mendorong terciptanya ruang olahraga yang menyenangkan dan inklusif.

Kolaborasi dengan MLSC menjadi salah satu bentuk dukungan Pokemon terhadap perkembangan sepak bola putri Indonesia dengan mempertemukan para pemain muda berbakat untuk belajar langsung dari sosok inspiratif di dunia sepak bola putri.

“Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk bisa bermain bersama dan belajar dengan Miyama dan juga Iwabuchi. Keduanya sudah mencapai puncak dunia sebagai pesepakbola dan punya skill yang luar biasa sebagai pemain,” ujar Susumu.

Lebih dari itu, lanjut Susumu, Mana dan Aya juga merupakan sosok yang baik, hangat, dan ramah. Dia berharap para peserta dapat terus berkembang hingga mampu tampil dan berprestasi di panggung dunia.

Asah Teknik Dasar hingga Simulasi Pertandingan

Coaching clinic bersama Mana Iwabuchi dan Aya Miyama berlangsung selama 90 menit. Kegiatan diawali dengan opening dan pemanasan untuk mempersiapkan kondisi fisik sekaligus mengenalkan alur latihan kepada peserta.

Selanjutnya, peserta mengikuti latihan yang berfokus pada kemampuan dasar dan koordinasi fisik. Mereka melakukan sejumlah drill, seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, step work, hingga teknik yang dapat diterapkan dalam situasi pertandingan.

Setelah mendapatkan materi teknik, peserta mengaplikasikan kemampuan tersebut melalui simulasi pertandingan.

Mereka dibagi menjadi delapan tim dan bermain di empat lapangan secara bersamaan dengan format yang disesuaikan dengan jumlah pemain.

Mana Iwabuchi dan Aya Miyama juga turut bergabung dalam setiap rotasi pertandingan untuk memberikan pengalaman bermain secara langsung kepada peserta.

Baca juga : MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026, Komitmen Jaga Generasi Emas dari Stunting

Bagi Mana Iwabuchi, kesempatan mendampingi para pemain muda tersebut menjadi momentum untuk melihat sekaligus memberikan masukan terhadap kemampuan dasar yang mereka miliki.

Mantan pemain Arsenal Women itu menilai fondasi teknik menjadi aspek penting yang perlu terus diasah sejak usia dini, terutama ketika pemain mulai mempersiapkan diri menuju level kompetitif yang lebih tinggi.

“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun,” kata Mana.

Mana melihat para peserta memiliki semangat dan tenaga serta menikmati permainan sepak bola.

Menurut dia, kebiasaan berlatih dan bersentuhan dengan bola sejak usia dini menjadi salah satu hal yang membantunya berkembang sebagai pesepakbola.

“Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang. Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari, mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,” ujar penyerang yang mengawali kariernya di klub Nippon TV Beleza tersebut.

Sementara itu, Aya Miyama memberikan pandangannya mengenai proses yang perlu dijalani para pemain muda untuk mengejar cita-cita sebagai pesepakbola profesional.

Dari pengalamannya sebagai mantan kapten timnas Jepang, Aya menekankan bahwa kemampuan pemain tidak hanya dibentuk melalui latihan teknis, tetapi juga keberanian untuk belajar dari kesalahan dan menjaga konsistensi sejak usia dini.

Menurutnya, dukungan lingkungan yang dapat mewadahi perkembangan pemain melalui turnamen-turnamen kompetitif juga penting dilakukan secara berkesinambungan.

“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya. Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia,” ucap Aya.

Baca juga : Jateng Raih Gelar Juara Umum Di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026

“Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” lanjut midfielder yang tiga kali menyabet gelar AFC Women’s Player of the Year tersebut.

Usai mengikuti coaching clinic, siswi SDN Cilangkap 01 Pagi, Zavinna Latisya Istiana, mengaku bersyukur dapat belajar langsung dari Mana Iwabuchi dan Aya Miyama.

Sebagai peserta extra training, pengalaman tersebut memberikan gambaran baru mengenai berbagai hal teknis yang perlu diperhatikan ketika berada di lapangan.

“Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka. Selain teknik dasar bermain sepak bola, kami juga diajarkan kerja sama tim, cara berkomunikasi di lapangan,” ucap Zavinna.

Di sisi lain, kembaran Zavinna, Zivanna Talitha Istiana, menyebut motivasi yang diberikan Aya Miyama selama pelatihan semakin menambah keinginannya untuk menjadi pesepakbola profesional.

Dengan arahan dan pembelajaran yang didapat, dia bertekad menjadi bagian dari perkembangan timnas sepak bola putri Indonesia di masa depan.

“Mereka (Mana Iwabuchi dan Aya Miyama) passing sama shoot-nya bagus, terus control master-nya bagus banget. Mereka juga meminta kami untuk jangan mudah menyerah dan terus bersemangat jika mau menjadi pemain sepak bola profesional,” kata Zivanna.

“Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita saya menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.