Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI),DKI berhasil menyumbangkan satu medali emas untuk kontingen DKI Jakarta. Total ada 3 medali yang disumbangkan cabang olahraga bermotor PON XX Papua yang berlangsung di sirkuit motocross Freegeb Waninggap, distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (9/10).
Tiga keping medali tersebut dengan rincian 1 emas 1 perak dan 1 perunggu. Emas disumbangkan melalui crosser Muhammad Delpintor Alfarizi di nomor MX 250cc perorangan, perak melalui Muhammad Arsenio Algifari dan Racha Prabu di nomor MX 125 CC beregu dan perunggu disumbangkan melalui nomor MX 250cc beregu melalui Muhammad Delpintor Alfarizi dan Farhan Hendro.
Baca juga : Hari Kedua Cabor Gulat, Jabar Sabet 2 Emas
Pada race yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo, CdM kontingen DKI wilayah Merauke Gde Sardjana dan ketua Posko DKI RJB Bangkit itu pebalap DKI harus bekerja keras menahan kerasnya persaingan luar biasa.
Ketua IMI DKI Jakarta Anondo Eko Oetomo mengatakan seluruh pebalap yang turun di PON adalah pebalap terbaik di nomor road race dan motorcross tidak hanya berprestasi di level nasional bahkan mencatatkan prestasi di level Asia. Namun hasil yang didapatkan di PON jauh dari target.
Baca juga : Kontingen DKI Tambah Emas Dan Perak Marathon
"Seluruh pebalap yang kita bawa kelasnya sudah diatas rata-rata pebalap daerah. Tapi bagaimanapun juga kita tetap bersyukur dengan hasil yang kita raih walaupun jauh dari yang diharapkan," ujar Eko sapaan akrab Anondo Eko Oetomo usai race.
Eko mengakui selama race PON selain keahlian mekanik dalam meracik kendaraan, stamina dan kemampuan pebalap selama lomba, juga ada faktor non teknis yang menguntungkan tuan rumah Papua selama jalannya lomba.
Baca juga : Hendro Persembahkan Emas Jalan Cepat 20 Ribu Meter Untuk Jabar
Di nomor road race dua pebalap DKI Mohammad Fadli dan Aldi Satya Mahendra harus keluar lebih cepat dari race setelah terjatuh.
"Banyak faktor nonteknis selama jalannya race. Saya tidak habis pikir pebalap kita yang sudah teruji keahliannya dalam setiap sirkuit dalam dan luar negeri harus meninggalkan arena sebelum berakhirnya lomba," ujar Eko. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya