Dark/Light Mode

Diskusi Kinerja Industri Minuman

Rabu, 13 Maret 2024 17:03 WIB
KHAIRIZAL ANWAR / RM
Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo (kiri), Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Merrijantij Punguan Pintaria (tengah), dan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal berbincang usai menggelar diskusi bertemakan Kinerja Industri Minuman di Tahun 2023, serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (13/3/2024). Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) menyampaikan hingga kini, industri minuman ringan masih dalam proses pemulihan pasca Covid-19, tingkat penjualan secara umum mengalami pertumbuhan sebesar 3,1% dari 2022 hingga 2023 secara year on year. Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar pada 2024 untuk melaksanakan program restrukturisasi mesin atau peralatan di industri makanan dan minuman (mamin) guna meningkatkan daya saing, produktivitas, dan efisiensi energi.
Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo (kiri), Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Merrijantij Punguan Pintaria (tengah), dan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal berbincang usai menggelar diskusi bertemakan Kinerja Industri Minuman di Tahun 2023, serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (13/3/2024). Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) menyampaikan hingga kini, industri minuman ringan masih dalam proses pemulihan pasca Covid-19, tingkat penjualan secara umum mengalami pertumbuhan sebesar 3,1% dari 2022 hingga 2023 secara year on year. Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar pada 2024 untuk melaksanakan program restrukturisasi mesin atau peralatan di industri makanan dan minuman (mamin) guna meningkatkan daya saing, produktivitas, dan efisiensi energi.