Dark/Light Mode

Semangat Lokal Heroes, Menanam Harapan Mangrove Chuku NyiNyi

Kamis, 23 Oktober 2025 20:33 WIB
DWI PAMBUDO / RM
Pengunjung berjalan di Ekowisata Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi, Lampung (16/10/2025). 
Pengunjung berjalan di Ekowisata Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi, Lampung (16/10/2025). 

PT Bukit Asam (PTBA) dan masyarakat Desa Sidodadi, Lampung bersama-sama menyelamatkan ekosistem pesisir demi masa depan. Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari Andi Sofyan atau disapa Aan (kaos hitam) dan Pengelola Hutan Mangrove Fatul (kaos hijau) menyampaikan manfaat kolaborasi mengubah lumpur pesisir menjadi harapan melawan emisi karbon.

Perjuangan Aan dimulai sejak tahun 2018 lahir dari keprihatinan terhadap degradasi pesisir. Sampah dibiarkan menumpuk, abrasi mengintai pemukiman warga dan warga tidak ada yang peduli bahkan mencibir Aan.

Kerusakan lingkungan di pesisir Teluk Lampung mengundang keprihatinan. Banyak padang lamun dan terumbu karang mati. Ikan-ikan kehilangan ruang hidup. Nelayan jadi makin sulit mencari ikan

Semangat Aan sangat kuat melakukan aksi menanam mangrove yang terus dianggap sia-sia dan berusaha meyakinkan warga. Bersyukur Aan dipertemukan dengan PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan pada 2022 menjadi mitra penyelemat lingkungan masa depan.

Aan melakukan edukasi serta mengajak masyarakat Desa Sidodadi, Lampung, untuk melestarikan ekosistem pesisir di Kawasan Ekowisata Cuku NyiNyi. Diawali dengan penanaman mangrove, kini Aan juga menggerakkan masyarakat desa untuk melestarikan padang lamun dan terumbu karang.

Pengembangan destinasi ekowisata tumbuh menarik wisatawan lokal dan luar daerah. Menawarkan pemandangan hijau yang asri, edukasi lingkungan dan pengalaman menanam mangrove bagi pengunjung.

Mangrove, terumbu karang, dan padang lamun adalah segitiga ekosistem yang sangat penting untuk keseimbangan alam, tempat biota laut berkembang biak dan menyerap karbon sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

PTBA menciptakan program pembibitan yang disebut “Coastal Rangers Cuku Nyinyi” bersama KTH Bina Jaya Lestari berhasil menanam 40 ribu bibit mangrove pada lahan seluas 13,21 hektare (ha). Kemudian transplantasi 500 bibit terumbu karang di area konservasi seluas 1,03 ha, juga penanaman 850 bibit lamun pada area sebesar 8,98 ha.

Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa Mangrove Cuku Nyinyi memiliki potensi biomassa 84,05 ton per hektare, dengan cadangan karbon sebesar 39,5 ton per hektare. Kemampuan hutan bakaunya dalam menyerap CO2 mencapai 144,86 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional. Artinya, Cuku Nyinyi bukan cuma menahan abrasi, tapi juga menahan masa depan yang lebih panas.

Kolaborasi PTBA dengan warga lokal meraih berbagai penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kisah Andi Sofiyan di Cuku Nyinyi adalah mikrokosmos dari strategi besar PTBA melalui Program CSR dan Pemberdayaan masyarakat (community empowerment) menjadi kunci. salah satu pilar nyata dalam upaya Indonesia mencapai target Net Sink 2030 dan melaksanakan Sustainable Development Goals (SDG).