Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
NG PUTU WAHYU RAMA / RM
Rakit yang dikendalikan secara manual oleh warga tersebut menjadi sarana transportasi alternatif yang menghubungkan wilayah Ciseeng dengan Rumpin dan masih dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Rakit bambu yang telah beroperasi sejak era 1960-an itu kini menjadi satu-satunya penyeberangan rakit tradisional yang tersisa di Sungai Cisadane. Dengan tarif Rp5.000 per sepeda motor beserta pengendaranya, warga dapat memangkas jarak perjalanan hingga sekitar 5 kilometer dibandingkan harus melalui jalur darat.
Tags :
Foto Lainnya