Dark/Light Mode

Akademisi dan Aktivis Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Selasa, 4 November 2025 13:51 WIB
NG PUTU WAHYU RAMA / RM
(Dari kiri) Ketua Komnas HAM 1996-1998 sekaligus Jaksa Agung 1999–2001 Marzuki Darusman, Sejarawan dan Profesor Riset Purnabakti BRIN Asvi Warman Adam, penyintas Tragedi 1965 Utati, Anggota Dewan Pengurus Amnesty International Indonesia Firda Amalia, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, dan Akademisi serta Guru Besar STF Driyarkara Romo Franz Magnis-Suseno, SJ saat menggelar konferensi pers terkait Penolakan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto di Gedung YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
(Dari kiri) Ketua Komnas HAM 1996-1998 sekaligus Jaksa Agung 1999–2001 Marzuki Darusman, Sejarawan dan Profesor Riset Purnabakti BRIN Asvi Warman Adam, penyintas Tragedi 1965 Utati, Anggota Dewan Pengurus Amnesty International Indonesia Firda Amalia, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, dan Akademisi serta Guru Besar STF Driyarkara Romo Franz Magnis-Suseno, SJ saat menggelar konferensi pers terkait Penolakan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto di Gedung YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Konferensi pers ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Hingga saat ini, lebih dari 200 akademisi, aktivis HAM, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen sipil telah menyatakan dukungannya terhadap aksi penolakan tersebut.