RM.id Rakyat Merdeka - Para petani kelapa sawit bakal menggelar rembuk nasional di Jakarta, besok. Ratusan utusan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) datang dari 20 kabupaten yang tersebar di 14 provinsi. Mereka membahas nasib petani sawit yang terus mengalami kesulitan.
Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto menyampaikan, rembuk ini menekankan persoalan para petani kelapa sawit yang harus dicarikan solusinya. “Selama ini, peran dan konstribusi petani sawit sangat besar bagi bangsa dan negara. Namun hampir setiap tahun petani sawit mengalami kesulitan,” tuturnya, di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Terkesan Ngambang
Dalam catatan SPKS, ungkap Darto, petani sawit mandiri atau swadaya, berkontribusi besar dalam produksi minyak sawit nasional. Dari total luasan perkebunan kelapa nasional sekitar 14,3 juta hektar, sebanyak 43% atau sekitar 6,1 juta hektar dikelola oleh petani sawit plasma (mitra perusahaan) dan petani sawit swadaya.
Dari total luasan perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani tersebut, SPKS mencatat, 75% atau sejumlah 4,29 juta hektar dikelola petani sawit swadaya. Dengan total produksi crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah mencapai 15 juta ton per tahun.
Baca juga : Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Segera
Meski berperan penting dalam perekonomian Tanah Air, lanjut Darto, namun kehadiran petani swadaya ini belum tertata dengan baik dalam perkebunan kelapa sawit nasional. “Petani sawit swadaya kerap menghadapi banyak persoalan. Seperti kesulitan menjual Tandan Buah Segar (TBS). Harga jual TBS petani sawit swadaya pun kerap dihargai rendah,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.