RM.id Rakyat Merdeka - Akademisi dari Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, Stefanus Andriano mengatakan di balik cerita getir dari film 'Ipar Adalah Maut' membawa pesan penting tentang hubungan interpersonal dan komunikasi dalam rumah tangga.
"Film ini menggambarkan kompleksitas interaksi antara suami, istri, dan ipar. Di mana, komunikasi yang terhambat menjadi akar permasalahan," kata Stefanus Andriano, dalam keterangannya, Rabu (17/7/2024).
Film Ipar Adalah Maut menceritakan mengenai perselingkuhan suami dengan adik ipar istrinya. Film ini diperankan oleh Michelle Ziudith sebagai Nisa, Davina Karamoy yang memerankan peran Rani, adik dari Michelle, dan Deva Mahenra sebagai Aris, suami Nisa.
Baca juga : War Takjil, Cara Komunikasi Santuy Nan Cair
"Komunikasi yang terhambat dan dampaknya Nisa (istri), Aris (suami), dan Rani (ipar) dalam film ini mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif. Ketidakterbukaan dan kurangnya komunikasi asertif memicu kesalahpahaman, pertengkaran, dan bahkan perselingkuhan," ungkap Andriano.
Komunikasi asertif adalah kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, jujur, dan tegas. Namun, tetap menghormati orang lain. Dalam konteks film ini, beber Andriano, komunikasi asertif dapat membantu Nisa, Aris dan Rani untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka dengan jelas, tanpa menyalahkan atau menyerang orang lain.
"Mendengarkan dengan penuh perhatian dan berusaha memahami sudut pandang orang lain. Menyelesaikan konflik secara damai dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan," ucapnya.
Baca juga : Partai Buruh Mau Perjuangkan Keresahan Rakyat Di Senayan
Dampak komunikasi yang buruk dalam hubungan keluarga kurangnya komunikasi asertif dalam "Ipar Adalah Maut" membawa konsekuensi negatif bagi hubungan keluarga.
"Ketidakpercayaan dan kecemburuan, karakter saling mencurigai dan merasa cemburu, memicu perselisihan, dan keretakan dalam hubungan," sebut dia.
Konflik dan Pertengkaran, kurangnya komunikasi konstruktif dan kegagalan dalam menyelesaikan masalah secara damai memicu pertengkaran yang berkelanjutan. "Kekerasan dan perselingkuhan adalah puncak dari komunikasi yang buruk adalah terjadinya kekerasan verbal dan bahkan perselingkuhan, yang semakin memperparah situasi dan mengancam keutuhan rumah tangga," beber Andriano.
Baca juga : Anies Nggak Mau Jauh dari Kiai dan Santri
Menurut dia, pelajaran berharga dari Ipar Adalah Maut yakni sebagai warning komunikasi yang efektif merupakan kunci dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis. "Termasuk dalam rumah tangga. Kejujuran, keterbukaan, dan kesediaan untuk saling memahami menjadi elemen penting dalam komunikasi asertif," sebut dia.
Meskipun dikemas dalam balutan cerita yang getir, Ipar Adalah Maut menawarkan refleksi mendalam tentang pentingnya komunikasi asertif dalam hubungan interpersonal, khususnya dalam lingkup keluarga.
"Film ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu menjaga komunikasi yang terbuka, jujur, dan saling menghargai untuk membangun hubungan yang harmonis dan bahagia," pungkas dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.