RM.id Rakyat Merdeka - Setelah sukses memerankan karakter Nisa dalam Film Ipar Adalah Maut, artis cantik Michelle Zudith, kembali beradu peran dalam film terbarunya, Puang Bos.
Dalam film ini, Michelle dipercaya sebagai pemeran utama, bersama aktor Ibrahim Risyad.
Bermain di film Puang Bos yang mengangkat kearifan budaya lokal Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Michelle Zudith.
Memainkan karakter yang asli berasal dari Bulukumba, membuat Michelle Zudith harus bekerja keras menjalani proses reading, khususnya untuk mendalami dialek Makassar.
"Kalau aku sendiri kan asli melayu. Jadi kalau di Medan itu kita nggak pakai bahasa batak, cuma adanya melayu, jadi punya tekanan-tekanan yang nggak jauh beda sama bahasa Makassar," ujar Michelle Ziudith, saat sesi meet and greet Film Puang Bos, yang digelar di anjungan pantai Losari.
Baca juga : Kupas Film Ipar Adalah Maut, Akademisi: Krisis Komunikasi Suami-Istri
Meskipun merasa kesulitan, namun Michelle mengaku tertantang untuk bisa menguasai perannya dengan baik.
Ia bahkan sempat bersaing dengan lawan mainnya, Ibrahim Risyad, yang juga berasal dari luar Makassar.
"Tiba-tiba di hari ketiga reading, kasarnya, jiwa kompetisi merasa kompetitif. Aku langsung bilang bang Adink (Sutradara film Andik Liwutang) kasih siapa aja tim dari Makassar buat saya reading online. Jadi mau siapa pun pemainnya, bisa nggak aku online sendiri private?," ungkap Michelle, kepada wartawan, Sabtu (27/7/2024).
Artis kelahiran 20 Januari 1995 itu pun menceritakan cara uniknya, agar lebih cepat menguasai dialek dan bahasa Makassar.
Pemeran Pertiwi dalam Film Puang Bos itu mengatakan, dirinya sempat melakukan live di akun media sosial instagram, sambil berbahasa Makassar.
Baca juga : Teleponan 5 Menit, Biden Sangat Ingin Dekat Dengan Prabowo
Hal itu ia lakukan untuk mendapatkan respons dari warga net, terkait karakternya.
"Sampai akhirnya aku sangat nyaman dan percaya diri dengan bahasa Makassar, aku coba-coba untuk live di Instagram. Aku harus siapin mental, kan pasti bakalan banyak banget orang yang nge-judge," tambah Michelle.
Potensi Michelle Zudith untuk melanjutkan suksesnya di film Ipar Adalah Maut, lewat film Puang Bos memang sangat besar.
Apalagi film ini juga telah ikut memeriahkan ajang Makassar International Eight Festival & Forum 2024 (F8 Makassar), yang dihadiri oleh ribuan pengunjung.
Bergenre drama komedi, Film Puang Bos dari rumah produksi Megti Media Film (MMFilm) yang berkolaborasi dengan platform teknologi Privy, mengangkat kearifan budaya lokal, dan mengedukasi penontonnya dengan mengupas tuntas sejarah proses pembuatan Kapal Pinisi yang telah dijadikan warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
Baca juga : Pelaku Usaha Pengendali Hama Minta Kriteria Entomologi Kesehatan Diperjelas
CEO Privy sekaligus produser film Puang Bos, Marshall Pribadi berharap, film ini akan berdampak besar pada promosi pariwisata di Sulawesi Selatan.
"Tentu kami berharap film ini bisa menjadi medium untuk ikut mempromosikan potensi pariwisata lokal, khususnya budaya dan keindahan alam di Bulukumba. Tak hanya itu, film ini juga diharapkan dapat semakin memupuk kepedulian dan kecintaan masyarakat pada warisan budaya Indonesia," tandas Marshall.
Untuk "mengintip" alur cerita Film Puang Bos, masyarakat pun sudah bisa menyaksikan trailernya di Youtube. Film ini pun akan segera tayang tahun 2024 ini, di seluruh bioskop tanah air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.