Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Perdana Dalam 40 Tahun, Pupuk Indonesia Bangun Kawasan Industri Di Papua Barat

Minggu, 26 November 2023 11:48 WIB
Presiden Jokowi (kiri) saat groundbreaking (peletakan batu pertama) Proyek Strategis Nasional (PSN) kawasan industri pupuk di Fakfak, Papua Barat, Kamis (23/11/2023). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)
Presiden Jokowi (kiri) saat groundbreaking (peletakan batu pertama) Proyek Strategis Nasional (PSN) kawasan industri pupuk di Fakfak, Papua Barat, Kamis (23/11/2023). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan Kawasan Industri Pupuk di Kabupaten Fakfak, Papua Barat oleh anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) diharapkan bisa mendukung program Pemerintah terkait ketahanan pangan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pembangunan kawasan industri pupuk pertama di Indonesia dimulai di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 1959, lalu di Gresik, Jawa Timur tahun 1972.

Di Cikampek, Jawa Barat tahun 1975 dan Bontang, Kalimantan Timur tahun 1977. Terakhir, kata Rahmad, Indonesia membangun industri pupuk pada tahun 1982 di Aceh.

Baca juga : Kaesang Targetkan PSI Dapat Satu Fraksi Di Papua Barat

"Artinya, proyek ini menjadi kawasan industri pupuk baru yang dibangun di dalam negeri setelah empat dasawarsa," ujar Rahmad, melalui siaran pers, Sabtu (25/11/2023).

Karenanya, kawasan industri yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan mulai dibangun dan ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada Kamis (23/11/2023).

Rahmad menjelaskan, di kawasan ini akan dibangun pabrik dengan kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1.150.000 ton per tahun, serta amonia 825.000 ton per tahun.

Baca juga : Indonesia Masuk Grup Berat Bareng Qatar, Yordania, Australia

Hal ini sebagai bentuk dukungan perseroan, dalam mendukung program Pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.

Salah satunya, dengan meningkatkan kapasitas produksi pupuk melalui Proyek Kawasan Industri Pupuk di Fakfak.

"Keberadaan pabrik ini akan menyuplai kebutuhan pupuk di Indonesia, khususnya untuk sektor pertanian," ujar Rahmad.

Baca juga : Yenny Wahid: Indonesia Harus Kembali Dipimpin Santri

Menurutnya, dengan tambahan kapasitas tersebut, keberadaan kawasan industri pupuk baru di Papua Barat ini akan memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai perusahaan penyedia pupuk terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selain itu, kawasan industri pupuk menurut Rahmad juga akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia Timur, Pemerintah dan negara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.