RM.id Rakyat Merdeka - Aktris Tara Basro membagikan pandangannya tentang kebebasan personal dan ekspresi diri di momen perayaan Hari Kartini. Bagi Tara, perjuangan perempuan modern tidak hanya soal akses terhadap pendidikan atau karier, tetapi keberanian menentukan pilihan tanpa dibebani ekspektasi sosial.
Standar tentang “versi ideal” perempuan, menurut Tara, masih kerap membentuk cara perempuan memandang diri sendiri.
“Ada masa aku merasa harus jadi versi tertentu supaya bisa diterima. Dan itu capek, karena rasanya bukan benar-benar aku,” ungkap Tara dalam siaran persnya kepada Rakyat Merdeka.
Perempuan yang dikenal dengan karakter kuat dan autentik ini menilai, emansipasi adalah perjalanan yang sangat personal. Tidak harus selalu monumental, melainkan hadir dalam keputusan-keputusan kecil yang jujur terhadap diri sendiri.
Baca juga : Arsenal Vs Newcastle United, Duel Tim Yang Tertekan
Bintang film Pengabdi Setan itu mengaku pernah mengalami fase ketika perubahan bentuk tubuhnya membuat semakin sadar mengenai tekanan standar sosial. Dari pengalaman itu, ia belajar rasa percaya diri tidak datang dari memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan dari keberanian memilih jalan sendiri.
“Di satu titik aku belajar kita nggak harus selalu mengikuti apa yang dianggap ‘benar’ oleh orang lain. Justru ketika kita mulai memilih untuk diri sendiri, di situ kita menemukan rasa percaya diri yang lebih real,” katanya.
Dalam kesehariannya, istri dari aktor Daniel Adnan itu melihat fesyen sebagai medium ekspresi yang paling dekat. Baginya, pakaian bukan sekadar tampilan luar, tetapi bagian dari bagaimana seseorang mengambil kendali atas dirinya.
“Sekarang fokus aku cuma satu, nyaman. Aku pilih fesyen yang simpel dan nyaman pakai. Yang terasa paling jujur sama diri aku,” ujarnya.
Baca juga : Mutua Madrid Open, Sinner Kecewa Dua Rival Absen
Tara menegaskan makna Kartini masa kini terletak pada keberanian perempuan untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri, tanpa harus memenuhi standar orang lain.
“Kalau aku nyaman, aku lebih pede. Sesimpel itu. Karena ketika kita merasa nyaman, kita nggak lagi berusaha jadi versi yang orang lain mau,” ujarnya.
Baginya, perempuan tidak perlu menjadi sempurna untuk merasa cukup. Justru dalam keberanian menjadi diri sendiri, di situlah esensi emansipasi menemukan bentuknya.
“Menurut aku, Kartini masa kini itu perempuan yang berani memilih untuk dirinya sendiri. Nggak harus sempurna, nggak perlu mengejar standar orang lain. You are beautiful, you are enough,” tutup Tara. MER
Baca juga : Ekonomi Januari–Maret Tumbuh Minimal 5,5%
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 12, edisi Sabtu, 25 April 2026 dengan judul "Tara Basro, Capek Nggak Jadi Diri Sendiri"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.