Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perundingan Lanjutan Maju-Mundur
AS Agresif, Iran Pasif
Jumat, 24 April 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perundingan damai putaran kedua antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih belum jelas alias maju-mundur. AS agresif mendorong negosiasi, sementara Iran cenderung bersikap pasif.
Diketahui, perundingan damai putaran kedua rencananya bakal digelar di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat. Agenda ini merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang berakhir tanpa kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan terbarunya menyebut peluang negosiasi kembali dengan Iran masih terbuka dalam tiga hari ke depan.
Baca juga : Gelombang I Petugas Haji Tiba Di Makkah, Siap Sambut Jemaah Haji
“Negosiasi dalam tiga hari ini itu mungkin!” kata Trump, dilansir AFP, Kamis (23/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan merespons informasi dari mediator Pakistan yang menyebut perundingan kedua berpotensi digelar dalam 36 hingga 72 jam ke depan di Islamabad.
Namun, proses menuju perundingan masih belum pasti. Hingga kini, mediator Pakistan belum menerima tanggapan resmi dari Iran terkait keikutsertaan dalam pembicaraan lanjutan tersebut.
Baca juga : Adi Prayitno: Parpol Berusaha Jaga Kekompakan Internal
Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Teheran. Menurutnya, keputusan Iran menjadi penentu kelanjutan proses diplomasi damai.
“Tanggapan resmi dari pihak Iran tentang konfirmasi delegasi untuk menghadiri Perundingan Perdamaian Islamabad masih ditunggu,” tulis Tarar melalui akun X, dikutip AFP, Selasa (21/4/2026).
Delegasi AS disebut kembali akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Namun, belum ada kepastian terkait keberangkatan rombongan Washington ke Islamabad.
Baca juga : Agus Supriyanto: Usulan KPK Kurang Tepat Dan Tidak Pas
The New York Times melaporkan, kunjungan JD Vance ditunda karena Iran belum mengonfirmasi partisipasinya. Selain itu, delegasi AS juga masih menunggu proposal dari pihak Iran.
“Kunjungan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Setiap pembaruan lebih lanjut tentang pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih,” kata seorang pejabat Gedung Putih, Rabu (22/4/2026).
Dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menyatakan Teheran belum mengambil keputusan final terkait keikutsertaan dalam perundingan tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya