RM.id Rakyat Merdeka - Aktris Aurelie Moeremans sangat terpukul saat mengikuti kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat. Dia juga geram ketika melihat banyak warganet yang justru menyalahkan korban akibat “cinta buta” kepada sang tersangka, Taufik Hidayat.
Aurelie mengungkapkan keresahannya melalui media sosial. Melalui unggahan di Instagram, Aurelie mengaku baru mengikuti perkembangan kasus tersebut setelah menonton sebuah podcast yang membahas pengalaman YTR. Namun, alih-alih merasa tenang, ia justru mengaku sulit tidur karena terpukul melihat kondisi korban dan respons sebagian warganet.
“Aku baru mengikuti kasusnya YTR yang di Bandung. Semalam nonton podcast-nya dan langsung nggak bisa tidur. Terus aku iseng baca komen-komennya makin nggak bisa tidur,” ujar Aurelie.
Aurelie juga sangat menyayangkan masih ada masyarakat yang menganggap korban bertanggung jawab atas kekerasan yang dialaminya. Padahal, kondisi fisik YTR mengalami luka serius dan trauma akibat dugaan kekerasan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Baca juga : Dasco Pimpin Rakor Mitigasi Ekonomi, Pemerintah & Parlemen Selaraskan Kebijakan
“Gila ya, korbannya udah jelas-jelas mukanya hancur, udah nggak bisa lihat. Masih ada aja orang yang bilang ‘bucin’ atau ‘salah sendiri’. Masih ada yang cari-cari kesalahan korban,” sesalnya.
Aurelie juga menyesalkan namanya ikut diseret dalam perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet membandingkan kasus YTR dengan pengalaman pribadinya saat pernah terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Menurut ibu satu anak itu, anggapan bahwa manipulasi hanya bisa dialami anak di bawah umur merupakan kekeliruan. Orang dewasa pun dapat menjadi korban ketika berada dalam hubungan yang penuh kontrol dan tekanan psikologis.
“Aku relate banget sama YTR karena polanya mirip. Awalnya baik, lalu korban diisolasi dari keluarga, dipaksa, uangnya dikuras, sampai akhirnya mengalami kekerasan. Itu bukan bucin, itu kontrol,” tegasnya.
Baca juga : Diumumkan Airlangga, Ekonomi RI Di Jalur Positif
Pengalaman tersebut pernah ia tuliskan dalam bukunya Broken Strings. Aurelie mengungkapkan, dirinya berhasil keluar dari hubungan toksik setelah mengalami kejadian yang nyaris merenggut nyawanya.
“Yang sudah baca Broken Strings pasti tahu aku berhasil keluar setelah malam sebelumnya hampir diajak mati bareng di tol,” ungkapnya.
Ia mengaku bersyukur memiliki orang-orang yang terus mendukungnya sehingga mampu keluar dari hubungan tersebut. Karena itu, Aurelie merasa sangat sedih mengetahui YTR harus menghadapi situasi serupa seorang diri selama sekitar tiga tahun.
Di akhir pesannya, bintang film Menunggu Pagi itu mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap orang-orang yang diduga menjadi korban kekerasan dalam hubungan. Menurutnya, korban sering kali tidak berani meminta pertolongan karena telah mengalami manipulasi psikologis dari pelaku.
Baca juga : 5 Calon Manajer Kopdes Wafat, Stop Latsarmil Ramai Disuarakan
“Kalau curiga ada orang yang mengalami hal seperti ini, jangan tunggu dia minta tolong. Tetap ada untuk mereka, karena kadang korban bahkan tidak sadar bahwa apa yang dialaminya itu tidak normal,” ujarnya.
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR masih terus menjadi perhatian publik. Setelah sempat buron, tersangka telah berhasil diamankan aparat kepolisian dan kini menjalani proses hukum. MER
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Rabu, 1 Juli 2026 dengan judul "Aurelie Moeremans, Terpukul Ikuti Kasus Penganiayaan Wanita"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.