Dark/Light Mode

60 Ribu Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang, Kenapa Ya?

Feriansyah: Faktor Ekonomi Cukup Berpengaruh

Selasa, 30 Juni 2026 07:10 WIB
Feriansyah, Kabid Litbang P2G. Foto: IG PRIBADI
Feriansyah, Kabid Litbang P2G. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia pendidikan digegerkan dengan fenomena 60 ribu calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi tidak melakukan daftar ulang.

Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) memberikan klarifikasi bahwa angka tersebut bukan berasal dari satu jalur seleksi saja.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok menjelaskan, angka 60 ribu tersebut merupakan total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur mandiri yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi.

Baca juga : Holding IDSurvey Bagian Dari Transformasi BUMN

"Jadi perlu diluruskan, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Itu sebenarnya total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur," ujar Eduart Wolok dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Meski demikian, fenomena tersebut tetap menjadi perhatian berbagai pihak. Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta Pemerintah menjadikan persoalan ini sebagai momentum untuk mengevaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.

"Informasi mengenai peserta yang tidak melakukan registrasi ulang masuk perguruan tinggi negeri perlu dijadikan momentum untuk mengevaluasi bagaimana negara mendefinisikan keberhasilan sistem pendidikan tinggi," kata Puan.

Baca juga : JK Apresiasi Semangat Gotong Royong Diaspora

Menurutnya, keberhasilan sistem penerimaan mahasiswa baru tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi, tetapi juga dari sejauh mana peserta yang telah memperoleh kursi benar-benar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Puan juga menilai, Pemerintah perlu melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai faktor yang menyebabkan calon mahasiswa tidak melanjutkan proses registrasi, mulai dari ketidaksesuaian pilihan program studi hingga kendala pembiayaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Litbang Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Feriansyah menilai, salah satu penyebab banyaknya calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang adalah persoalan biaya pendidikan, khususnya besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Baca juga : Sinergi Pemerintah-Kampus Perkuat Ketahanan Pangan

Senada dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad menegaskan, kebijakan UKT harus dievaluasi agar penetapannya benar-benar mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga mahasiswa.

Untuk mengetahui lebih jauh pandangan Feriansyah mengenai fenomena tersebut, berikut petikan wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.