RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terus mengupayakan agar Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden (Capres).
Karena tak cukup suara untuk mengusung Prabowo, Partai Gerindra mesti berkoalisi. Berkompromi dengan partai-partai lain dalam hal penentuan bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres).
Seiring itu, nama-nama bakal Cawapres pendamping Prabowo pun semakin mencuat. Setidaknya, sudah ada tiga nama.
Baca juga : Pangi Syarwi Chaniago: Semua Nama Yang Muncul Berpotensi
Pertama, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Nama Muhaimin yang pertama muncul, karena Gerindra memang sudah menjalin koalisi dengan PKB.
Kemudian, muncul nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Bukan berasal dari partai politik, nama Erick muncul di bursa cawapresnya Prabowo, setelah diusulkan DPP PAN saat menerima kunjungan silaturahmi DPP Gerindra, Senin (5/6).
Baca juga : Achmad Baidowi: Duit Jangan Diartikan Sebagai Politik Uang
Namun, hingga kini, Prabowo atau Partai Gerindra belum menetapkan siapa pendamping Prabowo untuk menghadapi Pilpres 2024.
Muncul kesan, Prabowo masih gampang untuk menentukan Cawapres. Meskipun, Prabowo termasuk bakal Capres dengan elektabilitas yang oke. Ataukah karena terlalu banyak bakal Cawapres, sehingga Prabowo tak enak hati untuk memilih. Yang berarti, ada sejumlah bakal Cawapres tereliminir.
Berikut ini wawancara dengan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, seusai acara Konsolidasi Gerindra Jakarta Barat, Minggu (18/6).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.