Sebelumnya
Di Singapura terjadi lonjakan kasus Covid-19. Pandangan Anda?
Saya kira itu fenomena biasa. Mutasi virus memang bisa terjadi. Be- gitu pula peningkatan kasus seperti di Singapura. Di sana itu surveillance-nya bagus.
Jenis Covid apa yang terjadi di Singapura?
Jenisnya itu KP.1-KP.2. Jenis ini merupakan turunan dari ZN1. Masih Omicron juga.
Baca juga : BKS Tancap Gas Garap Bus Listrik
Apakah berbahaya?
Sejauh ini tidak begitu berbahaya, karena angka hospitalisasi cukup rendah dan penggunaan ruang ICU itu masih rendah. Biasanya, kalau ICU-nya rendah, maka angka kematiannya juga rendah.
Bagaimana dengan komorbid?
Kalau orang dengan komorbid tetap memiliki risiko yang berbahaya. Prinsipnya, kita tetap harus memantau dan melakukan surveil lance terhadap perubahan-perubahan Covid-19.
Baca juga : Golkar Teruji Solid Dan Loyal
Untuk mengantisipasinya, bagaimana?
Sama dengan penanganan Covid-19 yang lalu, setidaknya kita melakukan 3 M. Tapi, bagi mereka yang memiliki gejala dan sakit, serta demam, tetap mengecek ke rumah sakit.
Isolasi dan karantina tidak lagi menjadi konsen. Tetapi, mereka yang sakit tetap menggunakan masker, meskipun belum terkonfirmasi.
Berarti masker masih perlu?
Baca juga : RUU Penyiaran Bikin Resah
Jauh lebih baik kita menggunakan masker, walaupun tidak sakit. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 22 Mei 2024 dengan judul "Jumlah Pasien Covid-19 Di Singapura Melonjak, Masdalina Pane: Penggunaan Ruang ICU Masih Rendah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.