RM.id Rakyat Merdeka - Upaya pemerataan dokter ke seluruh wilayah Indonesia, terus dilakukan Pemerintah. Langkah itu mendapat dukungan dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).
Tetapi, organisasi profesi kedokteran itu mengusulkan, agar upaya distribusi dokter, dilakukan secara terpusat, atau dikendalikan langsung Pemerintah Pusat.
Ketua Umum PB IDI Mohammad Adib Khumaidi menyatakan, pengelolaan kesehatan, terutama pengelolaan tenaga medis dan tenaga kesehatan, sebagai bottleneck delivery atau sebuah tantangan/hambatan dalam pemerataan.
Baca juga : Kapolri Ingin Kepolisian Jadi Organisasi Modern
Menurut dia, pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, perlu kewenangan Pemerintah Pusat. "Hal ini untuk memastikan pemenuhan dan pemerataan antar wilayah," kata Adib.
Sebelumya, Adib menjelaskan, jika penempatan dokter dan tenaga kesehatan dikendalikan Pemerintah Pusat, para dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di daerah, bisa mendapat kepastian karier dan insentif.
Kata dia, saat para tenaga kesehatan bekerja di daerah, perhatian dari Pemerintah Daerah masih kurang. “Persoalan ini sudah terjadi bertahun-tahun, tapi belum bisa diselesaikan. Sebab itu, perlu ada daya dukung dari Pusat,” harap Adib.
Baca juga : Airlangga Tak Tertandingi
Lebih lanjut, dia mengatakan, kehadiran sekitar 12 ribu dokter umum baru setiap tahun, mestinya bisa mengisi kekurangan dokter di seluruh daerah. Namun, sampai saat ini, sekitar 70 persen dokter, masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Selain itu, IDI juga mendukung upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, dan mengusulkan agar lulusannya ditugaskan di daerah asal masing-masing. “Kalau perlu, gratiskan pendidikan spesialisnya, beri insentif. Kalau itu dilakukan, kami bisa lakukan pemetaan,” tutur dia.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, distribusi tenaga kesehatan dan tenaga medis yang merata di Tanah Air, sudah dan sedang dilakukan Kemenkes.
Baca juga : Tri Adhianto Kalahkan Mochtar
Dia menuturkan, ada beberapa program yang dilakukan Kemenkes untuk memaksimalkan pemerataan dokter ke seluruh pelosok negeri. "Kemenkes berupaya dengan berbagai kebijakan transformasi," ucap Nadia, Senin (15/7/2024).
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Mohammad Adib Khumaidi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.