BREAKING NEWS
 

Ngeri, Tren Kasus Bullying Di Sekolah Naik Tiap Tahun

Satriawan Salim: Jika Ingin Beri Sanksi Turunin Akreditasinya

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 25 September 2024 07:40 WIB
Satriawan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan Dan Guru. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap tahun, angka bullying atau perundungan di lingkungan pendidikan, terus bertambah.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada sekitar 3.800 kasus perundungan di Indonesia sepanjang 2023.

Sedangkan pada awal 2024, sudah mencapai 141 kasus.

Baca juga : Pembentukan Angkatan Siber Semakin Diseriusi Pemerintah

Dari seluruh aduan itu, 35 persen terjadi di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan.

Komisioner KPAI Aris Adi Leksono menyatakan, hasil pengawasan menunjukkan, kekerasan kepada anak di satuan pendidikan, cenderung dilakukan berkelompok.

Salah satu kasus dugaan kekerasan anak yang menarik perhatian publik, adalah bullying atau perundungan pelajar SMA Binus School Serpong pada 1 Maret 2024.

Baca juga : Prabowo Nyatakan Siap Mati Demi Membela Rakyat

Belum reda kasus itu, muncul kasus dugaan serupa di Binus School Simprug, Jakarta Selatan. Belum lagi, di berbagai daerah lainnya.

Menurut Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, bullying atau perundungan terjadi di lembaga-lembaga satuan pendidikan, di level SD, SMP maupun SMA. Bahkan, diduga terjadi di program spesialis kedokteran. Sehingga, ada yang bunuh diri karena bullying.

Lalu, anak SMP di Palembang diduga diperkosa 4 temannya, yang umurnya masih di bawah 14 tahun. “Kami sangat prihatin,”katanya.

Baca juga : Paslon Tunggal Membuat Warga Tak Punya Pilihan

Karena trennya semakin naik, sementara penanganan dari Pemerintah cenderung tidak ada semangat, ia pun mengusulkan kalau ada daerah yang tingkat bullying yang tinggi, diberi sanksi. “Saya setuju, dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) diturunkan saja,” tandasnya.

Namun, usulan itu dikritik Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim. Menurut dia, pemotongan dana TKDD, bakal merugikan para guru.

Adsense

Lalu, apa saran mereka untuk mengurangi bullying? Berikut wawancara dengan Satriwan Salim mengenai hal ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense