Sebelumnya
Bagaimana tanggapan Anda mengenai sistem zonasi PPDB dikaji kembali ini?
Memang sebaiknya dirumuskan kembali, supaya cocok dengan kondisi wilayah Indonesia, dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangannya.
Misalnya?
Dari aspek ketidakmerataan sekolah negeri di seluruh wilayah, dengan karakteristik misalnya aspek transportasi atau jalan. Memang tidak bisa menggunakan sistem yang sama untuk semua daerah.
Jadi, pertemuan kemarin itu adalah forum yang tepat untuk merumuskan ulang, bagaimana mengevaluasi total untuk diimplementasikan di wilayah masing-masing.
Baca juga : Gerindra: Keterbukaan Publik Harus Selalu Dijaga
Selama ini, bagaimana P2G melihat sistem zonasi PPDB?
Selama tujuh tahun ini, belum efektif. Tujuan PPDB Zonasi untuk mendekatkan sekolah ke rumah dan pemerataan pendidikan, itu belum terjadi. Bahkan, stagnan atau belum tercapai.
Kenapa belum tercapai?
Karena, masalah PPDB Zonasi ini ada dua akar. Pertama, karena tidak meratanya sekolah-sekolah negeri di seluruh wilayah Indonesia. Ketidakmerataan ini diperburuk dengan tidak meratanya aspek-aspek standar sekolah.
Contohnya?
Baca juga : Pengguna Narkoba Bakal Direhabilitasi
Misal, kualitas gurunya yang tidak merata, sekolah yang kekurangan guru PNS, ada sekolah yang kelebihan guru, ada yang saran prasarananya lengkap, namun ada juga sekolah yang sarana prasarananya tidak memadai. Ketidakmerataan sekolah negeri di daerah, sebagai akar masalah PPDB.
Akar permasalahan lainnya apa?
Tidak dibarengi analisis demografis dan analisis geografis. Wilayah Indonesia sangat luas dengan karakteristiknya masing-masing.
Contoh masalah yang ditemukan P2G misalnya?
Misal di wilayah seperti Kota Jakarta, Kota Bandung yang calon peserta didik itu melebihi ketersedian ruang kelas sekolah negeri. Artinya, jumlah sekolah lebih sedikit dibandingkan calon peserta didik.
Baca juga : Kendaraan ODOL Dilarang Masuk Tol
Sementara, ada juga di beberapa wilayah, sekolah negerinya malah kekurangan murid. Seperti di Semarang dan Solo. Itu terjadi karena minimnya pendaftar. Bahkan, tidak ada pendaftar, sehingga guru harus mencari murid dari pintu ke pintu.
Kenapa bisa kekurangan murid?
Jarak antara rumah dan sekolah negeri sangat jauh, dan akses transportasinya sulit dijangkau. Sehingga, kalau mau pakai PPDB Zonasi, tidak bisa. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 15 November 2024 dengan judul "Wapres Gibran Terima Banyak Keluhan, Sistem Zonasi PPDB Harus Dikaji Lagi, Satriwan Salim: Perlu Dicocokkan Dengan Kondisi Berbagai Wilayah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.