RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI),Mirah Sumirat menyebut, nasib buruh Indonesia pada tahun 2024 belum beruntung, karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Terbesar di sektor industri tekstil dan alas kaki.
Mirah menduga, tutupnya perusahaan dan sepinya perdagangan domestik, karena adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. “Peraturan tersebut membuat banjirnya barang-barang impor ke Indonesia,” ujar Mirah.
Ia menambahkan, barang yang datang ke Indonesia adalah barang yang sudah ada dan di produksi di Indonesia. Barang impor itu mulai dari pakaian jadi, tas, hingga suku cadang kendaraan seperti baut.
Baca juga : Komdigi Terus Berantas Judol
“Pada akhirnya perusahaan lokal tutup, karena hasil barang produksi tidak ada yang beli karena banjirnya produk impor, dan PHK massal pun terjadi,” tandasnya.
Untuk itu, lanjut Mirah, Pemerintah harus mencabut Permendag Nomor 8 Tahun 2024 untuk menyelamatkan pekerja dan pelaku usaha Indonesia. “Pemerintah seharusnya membuat regulasi yang bisa menciptakan lapangan kerja, bukan malah membuat yang sudah bekerja menjadi pengangguran,” tegasnya.
Dia juga menerangkan, aturan tersebut pun berakibat negatif bagi pedagang tradisional dan UMKM Indonesia. “Sehingga, banyak yang menutup usahanya. Pada akhirnya, PHK terhadap pekerja atau buruh di sektor UMKM,” ujar Mirah.
Baca juga : Komdigi Bertekad Kikis Kesenjangan
Sedangkan Wakil Ketua Komisi VI DPR Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio menilai, permasalahan impor tidak bisa merujukhanya pada Permendag Nomor 8 Tahun 2024. Menurut dia, untuk bisa bersaing dengan produk impor, daya saing industri harus ditingkatkan.
“Misalnya harga energi seperti gas bumi dan listrik, apakah kita sudah kompetitif dengan negara lain? Ini ranahnya bukandi Kemendag,” ujar Eko yang juga Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (4/1/2025).
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara dengan Mirah Sumirat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.