Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Kualitas Digital Dan Komunikasi
Komdigi Bertekad Kikis Kesenjangan
Minggu, 5 Januari 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah bertekad mengikis kesenjangan digital yang masih terjadi di tengah masyarakat. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pemerintah akan membangun jaringan telekomunkasi, agar seluruh wilayah Indonesia memiliki kualitas yang sama.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengakui, kualitas jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah masih memiliki kendala atau belum merata.Tantangan itu berupa digital divide atau ketidaksetaraan kualitas dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital teranyar, terutama internet dan perangkat pendukungnya.
“Soal penetrasi, sebetulnya kita sudah baik. Kami bilang baik karena data terakhir APJII 2024 menunjukkan 79,5 persen. Namun, kita masih punya problem yang namanya digital divide, belum semua wilayah memiliki kualitas layanan telekomunikasi yang setara,” ujar Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (4/1/2025).
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, Pemerintah bertekad menghilagkan digital divide, agar adopsi teknologi terbaru, seperti 5G dan Internet of Things (IoT), bisa dirasakan seluruh masyarakat. Pasalnya, IoT berhubungan erat dengan Artificial Intelligence (AI).
“IoT merupakan sebuah keniscayaan. Selain berhubungan erat dengan AI, IoT juga sangat dibutuhkan sektor-sektor lain, seperti pelabuhan. Itu digunakan untuk mendeteksi kontainer yang masuk, kapal, dan lain sebagainya,” tutur Nezar.
Baca juga : PAN Acungkan Jempol, Juga Sampaikan Catatan
Dia optimis, tantangan digitaliasi yang ada saat ini, dapat diselesaikan melalui program penguatan sinyal dan peningkatan kapasitas jaringan. Sebab, dalam kedua program itu, juga dilakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni.
Bahkan, Nezar memastikan, bila program penguatan sinyal dan peningkatan kapasitas jaringan berjalan lancar, Indonesia akan lebih maju dibanding negara-negara lain di kawasan ASEAN.
“Daerah yang frekuensi atau sinyalnya masih lemah, akan ada program enhancement. Kami berharap, bisa dengan kecepatan 100 mbps untuk internet, karena kondisi rata-rata yang ada saat ini, Indonesia berada di 27 Mbps,” jelasnya.
Nezar menambahkan, konektivitas juga akan berdampak luas pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. “Ini tantangan besar, yang akan menjadi program utama Kementerian Komdigi ke depan,” cetusnya.
Terpisah, Dosen Teknik Komputer Universitas Sains Cut Nyak Dhien, Muttaqin menyatakan, salah satu masalah kecepatan internet di Indonesia, berkaitan dengan infrastruktur. Meski semua daerah sudah memiliki sinyal, kualitas kecepatannya masih berbeda-beda.
Baca juga : KPU Kaltim Masih Nunggu Jadwal Sidang Pendahuluan
“Itulah pentingnya peningkatan infrastruktur jaringan, dengan memperkuat jaringan lokal. Kemudian, memperluas jaringan fiber optik, dan membangun jalur redundansi untuk mengurangi ketergantungan pada jalur utama,” ujarnya.
Muttaqin mengusulkan, Pemerintah mengembangankan teknologi lokal dan membangun pusat data, guna mengurangi ketergantungan pada infrastruktur asing. Hal itu, tambah dia, harus diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara menggunakan internet secara bijak.
“Di antaranya, masyakat atau para pengguna diajak untuk menghindari aplikasi yang memakan banyak bandwitch dan memanfaatkan aplikasi penghemat data. Cara ini, dapat mengurangi tekanan pada jaringan,” jelasnya.
Persoalan sinyal internet di daerah, juga tidak pernah luput dari perhatian netizen. Di media soaial X, mereka kerap membahas dan memperbincangkan persoalan tersebut.
“Di Jakarta, buka google udah kayak buka galeri. Cepet banget. Giliran ke Selatan Jogja, kenapa jadi lemot banget yak. Mau bayar makan pakai Qris juga jadi susah,” keluh akun @haphaphuplop278_. “Sedih juga, ya. Kenapa Pemerintah kita nggak bisa meratakan akses internet dengan kecepatan bagus di semua daerah,” timpal akun @HariIniWinda.
Baca juga : DPR Siapkan Revisi UU Pemilu
Keluhan senada juga dilontarkan akun @Papahny4rsk. “Kecepatan digital terutama layanan internet di daerah, memang harus ditingkatin. Masak gue lagi zoom sama orang tua murid, tiba-tiba internenya ngelag. Penjelasannya jadi sepotong-potong,” ucapnya.
Sementara itu, akun @bakupkl__ berharap, Pemerintah dapat meningkatkan kualitas jaringan, sekaligus menurunkan harga. “Selain layanan, tarif juga dibuat enteng dong. Pemerintah kan bisa minta operator agar kasih bundling yang murah,” cetusnya.
“Internet di daerah Kabupaten Semarang, kecepatannya tolong ditingkatkan dong. Meski kita beli paket semahal apapun, lemotnya minta ampun. Sinyalnya full, tapi lemotnya.... Ampun!,” ungkap akun @stefen_banoet. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya