BREAKING NEWS
 

Tentang Rencana Bikin Sekolah Rakyat Pemerataan Atau Perlebar Jurang?

Lalu Hadrian Irfani: Sekolah Rakyat, Bentuk Pemerataan Pendidikan

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 12 Januari 2025 07:40 WIB
Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Wacana tentang pendirian Sekolah Rakyat semakin nyaring. Bagaimana pandangan Anda?

Gagasan tentang Sekolah Rakyat itu sangat baik dan harus didukung. Karena, program itu merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap pendidikan.

Pendirian Sekolah Rakyat, sebagai bentuk pemerataan pendidikan, sehingga semua Warga Negara Indonesia bisa mengenyam pendidikan gratis dari Pemerintah. Nantinya, bukan hanya SPP yang gratis, tapi berbagai sarana dan fasilitas juga gratis.

Adsense

Bagaimana konsepnya?

Sekolah Rakyat berkonsep boarding school, yaitu sekolah berasrama. Jadi, para siswa mendapat makan secara gratis. Semua biaya bisa ditanggung negara. Kami berharap, pendidikan anak, kebutuhan anak setiap hari, makan, dan gizi anak akan tercukupi.

Baca juga : Kapolri Dan Maruarar Komitmen Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Karena berkonsep asrama, maka anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tapi juga pelajaran tambahan di asrama. Itu harapkan kami.

Jadi, keluarga yang kurang mampu, bisa mendaftarkan anak mereka ke Sekolah Rakyat. Mereka sudah tidak perlu memikirkan biaya pendidikan, biaya makan, biaya peralatan sekolah, dan biaya untuk kebutuhan lainnya.

Apakah tidak tumpang tindih dengan sekolah yang sudah ada?

Sekolah Rakyat akan saling melengkapi dengan sekolah yang sudah ada. Jadi, keduanya tidak dalam posisi saling bersaing. Sekolah Rakyat fokus menyasar anak dari keluarga kurang mampu. Kemudian, mendidik mereka menjadi manusia unggul.

Nah, soal tumpang tindih, sebelum pelaksanaannya, akan dilakukan kajian. Dalam kajian itulah kita akan melihat titik temu antara sekolah-sekolah yang ada hari ini, dengan konsep sekolah rakyat.

Baca juga : Pemerintah Mau Capai Swasembada Pangan

Pemerintah akan mengecek validasi data, terkait daerah-daerah mana yang hari ini sekolah-sekolah tidak ada. Kalau kajiannya bagus, kemudian datanya juga sinkron, kemungkinan tumpang tindih itu tidak terjadi.

Soal infrastruktur, seperti gedung, bagaimana?

Pembelajaran di Sekolah Rakyat bisa memanfaatkan gedung dan sarana prasarana pendidikan yang sudah ada. Gedung sekolah yang sudah ada, tinggal direnovasi. Jadi, tidak perlu mengeluarkan anggaran terlalu besar.

Saya kira, banyak gedung sekolah yang bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat. Kami berharap bisa segera diwujudkan.

Bagaimana dengan anggarannya?

Baca juga : PKB: Para Gus Dan Kiai Penting Terjun Ke Politik

Kalau saya lihat, keinginan Pak Prabowo itu kan betul-betul konsentrasi untuk membangun SDM unggul. Karena konsepnya membangun SDM unggul, maka keberpihakan anggaran kepada sektor pendidikan menjadi penting.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan, 20 persen anggaran APBN untuk pendidikan. Akan tetapi, pada pelaksanaannya tidak demikian.

Kami dari Komisi X mengimbau Pemerintah agar betul-betul 20 persen itu untuk pendidikan. Kalau 20 persen itu betul-betul semuanya untuk pendidikan, maka akan terwujud. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 12 Januari 2025 dengan judul "Tentang Rencana Bikin Sekolah Rakyat Pemerataan Atau Perlebar Jurang? Lalu Hadrian Irfani: Sekolah Rakyat, Bentuk Pemerataan Pendidikan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense