RM.id Rakyat Merdeka - Tradisi mudik bersepeda motor saat Lebaran, sulit dihindari. Pemerintah mencoba mengurangi jumlah pemudik bersepeda motor dengan memberikan mudik gratis. Bahkan motornya juga bisa ikut dibawa ke kampung halaman.
Namun, program tahunan itu mendapat kritik dari Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno.
Menurut dia, program mudik gratis sepeda motor yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui program Mudik Motor Gratis (Motis), kapasitasnya kurang 1 persen dari total pemudik sepeda motor.
Baca juga : Bakri H. M: Mudik Gratis Motor Masih Tetap Ada
"Sehingga, tidak berpengaruh terhadap upaya mengurangi pemudik sepeda motor. Lebih bijak, menambah kapasitas angkut bus dan KA gratis," ujar Djoko.
Dia menjelaskan, setiap tahun dilajukan perhitungan proyeksi pemudik Lebaran berdasarkan survei yang dilakukan Badan KebijakanTransportasi Kementerian Perhubungan. Djoko menyebut, pilihan menggunakan sepeda motor menduduki peringkat kedua setelah mobil pribadi.
Menurutnya, pada tahun 2022, jumlah pemudik berdasarkan jenis moda, sepeda motor 14,9 juta orang (18,7 persen). Tahun 2023, sebanyak 25,13 juta orang (20,30 persen).
Baca juga : Kuota Haji Khusus Full, Nggak Ada Yang Tersisa
Dia melanjutkan, pada tahun 2024, pilihan menggunakan sepeda motor menduduki peringkat keempat, yakni 31,12 juta orang (16,07 persen). "Masyarakat sudah cenderung naik transportasi umum, yaitu kereta antar kota dan bus antar kota," lanjut Djoko.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Elba Damhuri menjelaskan, program mudik gratis untuk sepeda motor masih dalam pembahasan. Dia juga menyambut baik usulan penghapusan program mudik gratis untuk sepeda motor, kecuali dengan kapal laut. "Ini good input dari Mas Djoko," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (23/2/2025).
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR Bakri H. M menilai, mudik menggunakan sepeda motor sudah menjadi tradisi. Untuk itu, dia tidak setuju jika program mudik gratis untuk sepeda motor dihilangkan."Saya yakin, mudik gratis sepeda motor berpengaruh untuk keselamatan," tegas Bakri.
Baca juga : Politik Uang Dan Hoaks Musuh Utama Demokrasi
Namun, ia menambahkan, Pemerintah juga harus mengawal masyarakat yang mudik dengan sepeda motor secara mandiri. "Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang mudik pakai motor," sarannya.
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Djoko Setijowarno.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.