BREAKING NEWS
 

Yang Mengabdi Di Daerah 3T, Guru Diusulkan Dapat Insentif Khusus

Abdul Fikri Faqih: Pemda Ujung Tombak Alokasikan Anggaran

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 29 Juli 2025 07:50 WIB
Abdul Fikri Faqih, Anggota Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usulan agar guru berkualitas diberikan insentif khusus, tunjangan, hingga tempat tinggal supaya mereka mau mengabdi di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) menjadi perhatian DPR. 

Pasalnya, tunjangan dan fasilitas guru yang mengajar dapat meningkatkan kualitas pendidikan sampai ke pelosok Tanah Air.

Usulan ini datang dari Anggota Komisi X DPR Fraksi Golkar Muhammad Nur Purnamasidi. Purnamasidi menyampaikan, Komisi X DPR melalui Panitia Kerja (Panja) Pendidikan untuk Daerah 3T serta Daerah Marginal berkomitmen memastikan akses dan kualitas pendidikan sampai ke pelosok.

Baca juga : Satriwan Salim: Distribusi Para Guru Ke Daerah Belum Maksimal

Dia menambahkan, kesejahteraan guru, khususnya di wilayah 3T dan marginal, masih menjadi pekerjaan rumah. "Diperlukan insentif khusus, tunjangan lebih tinggi, jaminan keamanan, tempat tinggal, hingga akses layanan kesehatan agar guru berkualitas mau mengabdi di sana,” ujar Purnamasidi, Jumat (25/7/2025).

Menanggapi usulan tersebut, Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Fikri Faqih menjelaskan pemerataan dan kualitas guru di wilayah 3T memang masih menjadi masalah. Yakni kekurangan guru berkualitas, distribusi tidak merata, serta rendahnya kesejahteraan dan jenjang karier.

Menurut dia, hal tersebut menjadi penghambat utama pembangunan pendidikan di daerah tersebut. "Pentingnya sejumlah strategi, termasuk pemberian tunjangan khusus dan transfer langsung tunjangan profesi guru, untuk menarik minat pendidik agar bersedia mengabdi di wilayah 3T," ujar Fikri Faqi kepada Rakyat Merdeka, Minggu (27/7/2025).

Baca juga : Segera Jerat Pidana Jika Terbukti Adanya Kelalaian

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai insentif bagi guru berkualitas untuk mengajar di daerah 3T sudah diatur sejak lama. Namun saat ini ada kendala pada minat dan distribusi guru ke wilayah 3T.

"Banyak guru honorer enggan ditempatkan di daerah khusus. Memang di wilayah ini ada masalah. Seperti nfrastruktur, akses, dan distribusi gurunya," ujar Satriwan Salim, Sabtu (26/7/2025).

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Abdul Fikri Faqih.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense