BREAKING NEWS
 

Sekolah Rakyat Perlu Sosialisasi Dan Koordinasi Dengan Banyak Pihak

Abdul Wachid: Wajar, Sekolah Rakyat Masih Tahap Awal

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Senin, 11 Agustus 2025 07:40 WIB
Abdul Wachid, Wakil Ketua Komisi VIII DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Sekolah Rakyat secara resmi diluncurkan pada bulan Juli 2025. Sejak diresmikan, program ini sudah menimbulkan banyak drama dalam proses pelaksanaannya. 

Baru-baru ini, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengumumkan sudah ada 143 calon guru yang secara resmi mengundurkan diri. “Ada 143 guru mundur,” ungkap Syaifullah Yusuf. 

Belum selesai masalah mundurnya ratusan para guru, sudah ada 115 siswa Sekolah Rakyat yang juga mengundurkan diri. “Kami menghormati keputusan tersebut,” katanya.

Baca juga : Ada Yang Dukung, Ada Yang Minta Kaji Dahulu

Khusus untuk guru, Gus Ipul-biasa Syaifullah Yusuf disapa- mengundurkan diri ratusan guru tidak mengganggu proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat. Hal ini dikarenakan, guru yang mundur mayoritas ditempatkan di Sekolah Rakyat yang belum beroperasi.

"Tapi saya pastikan bahwa guru-guru yang mengundurkan diri sudah ada penggantinya dan tidak mengganggu proses belajar-mengajar," ungkapnya.

Gus Ipul juga memastikan jika program Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai jalurnya meski terdapat sejumlah guru dan siswa yang mengundurkan diri dari kegiatan belajar-mengajar di program yang kini telah beroperasi di 70 titik tersebut.

Baca juga : Kemendukbangga: Kaum Sandwich Jadi Deg-Degan

"Mereka yang mundur tidak lantas membuat proses berhenti. Alhamdulillah kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung di titik-titik yang sudah beroperasi," kata Syaifullah usai meninjau kegiatan Sekolah Rakyat di SRMP 9 Bandung, Kompleks Wyataguna, Bandung, Sabtu malam.

Ditegaskan Gus Ipul, Sekolah Rakyat akan tetap berjalan pada 15 Agustus mendatang. Program ini dirancang tanpa tes akademik, namun diganti dengan pemetaan bakat atau talent mapping sebagai dasar pembelajaran ini.

"InsyaAllah pada 15 Agustus nanti akan mencapai 100 titik kalau nanti sarprasnya sudah siap, dan menyusul 59 titik tambahan pada September," katanya.

Baca juga : Sambut 2029, NasDem Rangkul Generasi Muda

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid mengatakan wajar jika dalam proses pelaksanaan Sekolah Rakyat banyak permasalahan, seperti mundurnya para guru. “Sekolah Rakyat kan masih tahap awal,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim menilai mundurnya ratusan guru dan siswa karena minimnya sosialisasi dari Kemensos. “Kemensos tidak siap dalam menjalankan program Sekolah Rakyat berasrama,” katanya.

Untuk melihat lebih jauh pandangan Abdul Wachid terkait mundurnya ratusan guru Sekolah Rakyat. Berikut wawancaranya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense