RM.id Rakyat Merdeka - Janji kampanye pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menciptakan 19 juta lapangan pekerjaan terus dibahas masyarakat. Bahkan, menjadi perdebatan.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer pun angkat bicara.
Baca juga : Wamen Fajar Puji Prabowo
Immanuel menjelaskan, target tersebut sulit tercapai di tengah kondisi global saat ini. "Menurut saya sebetulnya itu bisa terealisasi. Nah, masalahnya kan kondisi global ini lagi hancur-hancuran," ujarnya di Kantor Kementerian Ketenakerjaan, Kamis (14/8/2025).
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago sependapat dengan Noel, sapaan akrab Immanuel. Menurut dia, penciptaan lapangan kerja termasuk rencana jangka panjang Pemerintah dan masuk urusan ekonomi.
Baca juga : AI Hanya Alat Bantu, Tidak Bisa Menggantikan Jurnalis
"Bayangkan, Amerika saja banyak pulangin imigran yang notabene kebanyakan adalah pekerja outsourcing, apalagi kita yang memang sangat terdampak atas perang dagang AS-China," ujar Irma kepada Rakyat Merdeka, Jumat (15/8/2025).
Sedangkan, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) Mirah Sumirat menilai Pemerintah tidak bisa hanya menunggu situasi global stabil untuk mewujudkan 19 juta lapangan kerja. Menurut dia, Pemerintah harus punya strategi alternatif untuk mewujudkan hal tersebut.
Baca juga : PDIP Pastikan Regenerasi Kepemimpinan Tak Mampet
"Seharusnya ada strategi cadangan berbasis potensi domestik," ujar Mirah kepada Rakyat Merdeka melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/8/2025).
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Irma Suryani Chaniago di bawah ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.