BREAKING NEWS
 

Bagi Pelajar Dan Mahasiswa, Yang Terlibat Kerusuhan, Bantuan Pendidikannya Terancam Dicabut

Rany Mauliani: Tugas Pelajar Itu Ya Belajar, Bukan Demo

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Sabtu, 6 September 2025 07:15 WIB
Rany Mauliani, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), bagi yang terbukti terlibat kerusuhan, mendapat respons beragam. Ada yang setuju dan menolak atas rencana tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menyatakan, pencabutan hanya akan dilakukan setelah adanya putusan hukum tetap. 

“Tentu saja, kami tidak akan gegabah,” ujar Nahdiana, di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Baca juga : Ditetapkan Jadi TSK, Nadiem Lemas

Dia menekankan, sekolah diminta aktif memberikan pembekalan, pendampingan, serta pembinaan. Sehingga, kata dia, para pelajar tidak terlibat aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.

“Kami mengajak semua pihak, bersama-sama membimbing dan mendampingi anak-anak, agar mereka bisa menyalurkan pendapat secara konstruktif,” katanya.

Nahdiana menegaskan, Disdik DKI tidak akan mencabut KJP Plus atau KJMU, hanya karena peserta didik mengikuti aksi penyampaian pendapat. Pencabutan baru diberlakukan, apabila terbukti ada tindak pidana.

Baca juga : Fahmi Hatib: Jangan Dicabut, Cukup Diberikan Pembinaan

“Penyampaian pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk peserta didik,” ujarnya.

Menanggapi kebijakan Disdik DKI Jakarta tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani mengapresiasinya. Menurut dia, jika memang terbukti para peserta didik terlibat aksi yang anarkis, sudah wajar dicabut KJP Plus-KJMUnya.

“Karena memang tugas pelajar adalah menuntut ilmu, bukan untuk berunjuk rasa,” ujar Rany kepada Rakyat Merdeka, Jumat (5/9/2025).

Baca juga : Senayan Ingin Hadirkan RUU Komoditas Strategis

Berbeda, Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Fahmi Hatib menolak jika sampai KJP dicabut. Menurut dia, jika para pelajar ikut demo yang anarkis, semata-mata ikutan saja.

“Para pelajar itu ikut-ikutan apa yang dilakukan kakak-kakaknya, para mahasiswa,” ujar Fahmi kepada Rakyat Merdeka, Jumat (5/9/2025).

Untuk mengetahui lebih jelas pandangan Rany Mauliani, mengenai rencana pencabutan KJP Plus dan KJMU, bagi yang terlibat aksi anarkis, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense