Dark/Light Mode

Gaet Kadin Ciptakan Lapangan Tenaga Kerja

Pemerintah Ingin Ekonomi Tumbuh Dan Berdaya Saing

Sabtu, 6 September 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (berdiri) dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie (kedua kiri) saat acara Luncheon Meeting di Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (berdiri) dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie (kedua kiri) saat acara Luncheon Meeting di Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha agar perekonomian tetap tumbuh, berdaya saing dan mampu men­ciptakan lapangan kerja melalui berbagai program strategis.

“Kami terbuka untuk usulan-usulan terhadap kebijakan yang bisa membuat penciptaan lapangan kerja dan membuat masyarakat punya kesempatan,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Lun­cheon Meeting bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) In­donesia dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (5/9/2025).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan, forum tersebut menjadi ruang penting untuk membahas kondisi pereko­nomian terkini, sekaligus meru­muskan arah kebijakan ke depan.

Dia mengapresiasi dunia usaha yang tetap optimistis di tengah dinamika politik dan ekonomi, serta menekankan pentingnya kolaborasi menjaga pertumbuhan yang inklusif.

Baca juga : Sektor Keuangan Tumbuh Positif, Maraknya Demo Tidak Ganggu Perekonomian

Sejumlah program konkret di­paparkan. Mulai dari revitalisasi industri padat karya, stimulus sektor pariwisata, dukungan pe­rumahan rakyat melalui skema bantuan subsidi Fasilitas Li­kuiditas Pembiayaan Peruma­han (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan subsidi upah, perluasan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan petani, hingga kebijakan ketenagakerjaan.

Mantan anggota DPR ini juga mengusulkan perusahaan besar membuka program magang industri selama enam bulan dengan pemberian honorarium bagi lulusan baru.

Program tersebut diharapkan memberi pengalaman kerja, sekaligus membantu perusahaan menemukan talenta potensial.

Selain itu, Pemerintah men­dorong pengembangan sektor pariwisata melalui pembukaan bandara internasional baru, serta percepatan transformasi digital dengan pemanfaatan kecerdasan buatan.

“Digitalisasi, termasuk Artifi­cial Intelligence (AI) akan mem­perkerjakan tenaga kerja yang banyak. Sekarang, akselerasinya akan menjadi semakin tinggi. Tadi disampaikan untuk data labeling saja, membutuhkan 10 ribu tenaga kerja,” jelasnya.

Baca juga : Ekonomi Rakyat Dan PKL Hidup, Tapi Harus Tertib

Menurut Airlangga, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) juga menjadi priori­tas. Termasuk rencana pembangunan Giant Sea Wall untuk melindungi masyarakat pesisir dari dampak perubahan iklim. Penawaran kerja sama sudah dibuka dengan sejumlah mitra internasional, seperti China, Korea Selatan, Jepang dan negara-negara Eropa.

Di kancah global, Pemerintah akan menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Kompre­hensif Indonesia–Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Part­nership Agreement/IEU-CEPA) pada 23 September 2025, melan­jutkan perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat. Serta mencatat kemenangan di Organ­isasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) dalam sengketa biodiesel dan nikel.

“Pemerintah akan memberi­kan kepastian hukum, insentif fiskal, serta menjaga stabilitas makro agar iklim usaha semakin kondusif,” kata Airlangga.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menga­takan, pelaku usaha perlu terus berpikir positif agar pereko­nomian tumbuh tanpa terjebak bayang-bayang ketakutan. Sta­bilitas rupiah dan pasar modal harus tetap terjaga.

Kadin Indonesia juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk menggerakkan ekonomi tanpa memberi tekanan ber­lebihan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga : Ketua KPK: HP Bisa Bunyi, Bernyawa Jika Diekstraksi

“Pesan yang paling penting adalah Indonesia incorporated atau gotong royong. Korpo­rasi itu mesti inklusif, bukan saja pengusaha yang besar. Tapi juga yang menengah dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan koperasi,” ujarnya.

Anindya mendorong Pemerintah lebih banyak melibatkan Kadin dalam dialog kebijakan. Termasuk Kadin daerah dan asosiasi agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.